Gorontalopos.id, MARISA - Jaringan irigasi Taluduyunu telah ditutup sejak awal Juni 2023 menyusul pekerjaan rehabilitasi. Kini masalah mulai bermunculan.
Para petani mulai mengeluhkan persawahannya yang mulai mengering.
Beberapa petani telah berinisiatif mencari mesin pompa air untuk mengaliri air ke sawahnya. Sementara lainnya mengaku kesulitan untuk memperoleh mesin pompa air tersebut.
Persoalan ini mencuat saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Pohuwato, kemarin (12/60/23).
Baca Juga: Bukit Dunu Ceria Gorut, Ramai Dikunjungi Wisatawan
Dalam RDP yang dipimpin Niran Due dan Yusuf Makuta itu, petani ini pun meminta Dinas Pertanian dan DPRD. Untuk memberikan solusi agar mereka bisa memperolah mesin pompa air.
"Hasilnya lewat rapat ini, Dinas Pertanian siap memfasilitasi mesin pompa air itu. Alhamdulillan Dinas Pertanian sudah meng-iya-kan.
Kaitan dengan kebutuhan alkon (mesin pompa air). Tetapi beberapa kelompok lainnya masih akan diupayakan,” kata Nirwan Due.
Baca Juga: FKUB Bersama Generasi Muda Hindu Dukung Moderasi Beragama
Di sisi lain dalam RDP terkait nasib petani itu, DPRD Pohuwato dbuat kecewa dengan tidak hadirnya Kepala Dinas Pertanian Kamri Alwi.
Bahkan bukan hanya sekali. Kepala Dinas Pertanian ini kata Nirwan sering tidak hadir bila diundang DPRD.
“Kami berharap dalam setiap rapat perlu dihadiri Kepala Dinas dalam rangka pengambilan kebijakan. Tentu kami juga kecewa tidak hadirnya Kepala Dinas,” harap Nirwan Due.(Ilu/Rahman).
Editor : Azis Manansang