Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Bone Bolango Gorontalo, Tercatat Paling Tinggi Kasus Kekersan Seksual

Azis Manansang • Jumat, 5 Juli 2024 | 23:08 WIB

 

Kegiatan Sosialisasi bertema “Persepsi Orang Tua terhadap Anak Sebagai Pengguna Media Sosial – TikTok yang digelar di Dulohupa Orasawa, Kabupaten Gorontalo. (Foto: DP2PA Gorontalo)
Kegiatan Sosialisasi bertema “Persepsi Orang Tua terhadap Anak Sebagai Pengguna Media Sosial – TikTok yang digelar di Dulohupa Orasawa, Kabupaten Gorontalo. (Foto: DP2PA Gorontalo)

Gorontalopost, GORONTALO- Kabupaten Bone Bolango tercatat menjadi daerah paling tinggi kasus kekerasan seksual yakni 63 kasus. Kemudian tiga kasus psikis, dan 30 kasus kekerasan fisik.

Kondisi ini diungkapkan Kepala Dinas P2PA Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman saat membuka sosialisasi bertema “Persepsi Orang Tua terhadap Anak

Sebagai Pengguna Media Sosial – TikTok dalam Menjaga Harkamtibmas di Gorontalo” yang digelar di Dulohupa Orasawa, Kabupaten Gorontalo, Kamis (04/07/2024).

Baca Juga: Afifuddin Ditunjuk Jadi Plt Ketua KPU Gantikan Hasyim Asy'ari

Selanjutnya dalam sosialisasi yang bertujuan untuk mencegah kekerasan cyberbullying dan bullying di platform media sosial seperti TikTok.

Yana Yanti Suleman menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah penting dalam melindungi anak-anak dan remaja dari berbagai bentuk kekerasan digital.

“Cyberbullying dan bullying di media sosial merupakan isu yang semakin mengkhawatirkan. Anak-anak dan remaja sangat rentan menjadi korban kekerasan digital ini.

Oleh karena itu, kami perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya yang ditimbulkan serta cara-cara efektif untuk mencegahnya melalui sosialisasi pada Selasa lalu,” kata Yana.

Baca Juga: Warga Akhirnya Buka Blokade Jalan di Kelurahan Talumolo

Yana memaparkan data kekerasan seksual yang dipicu oleh media sosial di Kabupaten Gorontalo mencapai angka tertinggi dengan 100 kasus kekerasan seksual, 19 kasus kekerasan fisik, dan tujuh kasus trafficking.

Sementara itu, Kabupaten Boalemo mencatat 30 kasus kekerasan seksual dan 42 kasus kekerasan fisik. Kabupaten Bone Bolango mencatat 63 kasus kekerasan seksual, tiga kasus psikis, dan 30 kasus kekerasan fisik.

Kabupaten Gorontalo Utara sendiri mencatat 35 kasus kekerasan seksual, empat kasus penelantaran, dan dua kasus kekerasan fisik.

Kemudian Kota Gorontalo mencatat 22 kasus kekerasan seksual, tiga kasus penelantaran, sembilan kasus kekerasan fisik, dan enam kasus psikis.

Baca Juga: Jalan Trans Sulawesi Desa Tenilo Gorontalo Terhalang Banjir, Polisi Lakukan Rekaya Lalu Lintas

Terakhir, Kabupaten Pohuwato mencatat 28 kasus kekerasan seksual, dua kasus penelantaran, 36 kasus kekerasan fisik, dan sembilan kasus psikis.

Menurut dr. Yana, anak-anak dan remaja adalah kelompok yang paling sering menjadi korban. Dampak dari cyberbullying sangatlah merugikan, mulai dari penurunan prestasi akademik, masalah kesehatan mental, hingga risiko bunuh diri.

“Pendidikan digital sangat penting. Kami ingin masyarakat, terutama para orang tua dan pendidik, memahami bagaimana cara kerja media sosial dan bagaimana mereka dapat melindungi anak-anak dari konten negatif dan perilaku merugikan,” tuturnya.

Selain itu, dr. Yana juga menegaskan komitmen Dinas P2PA Provinsi Gorontalo untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang. (Mg-02/Kmfo)

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #Bone Bolango #Kasus Pelecehan Seksual