Gorontalopost, GORONTALO - Fenomena badai Lanina yang terjadi mengakibatkan curah hujan di wilayah indonesia (Kalimantan,Sulawesi, Maluku, dan Papua) masih tinggi.
Hingga bulan Juli ini dan mengakibatkan volume air sungai Bone di kota Gorontalo meluap ke permukiman warga.
Baca Juga: Pemprov Gorontalo Buka Posko Bencana di Rujab Wagub
Maka menyikapi kondisi banjir yang terjadi di Kota Gorontalo, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo.
Melakukan kegiatan pemantauan lokasi banjir bersama pemerintah kota Gorontalo di kelurahan Bugis kota Gorontalo.
Langkah tanggap darurat yang dilakukan BWS Sulawesi II adalah langsung melakukan identifikasi tanggul-tanggul yang bermasalah.
Untuk menentukan material apa yang akan digunakan dalam penanganan darurat banjir sungai Bone ini.
Dalam kunjungan itu Kepala BWS Sulawesi II Parlinggoman Simanungkalit,ST, MPSDA, meminta masyarakat dan pemerintah setempat.
Agar dapat memberikan dukungan saat dilakukan evakuasi tanggap darurat.
Mengingat beberapa bagian bangunan milik masyarakat harus dapat dikorbankan untuk dibangunnya tanggul darurat ini. (Mg-02)
Editor : Azis Manansang