Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Masa Tanggap Darurat Longsor Tambang Tulabolo Berakhir

Azis Manansang • Senin, 15 Juli 2024 | 08:55 WIB

 

Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli, menjelaskan masa tanggap darurat pencarian   korban longsor yang berakhir dalam rapat Forkopimda di Posko SAR di Desa   Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur. (Foto : Ria
Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli, menjelaskan masa tanggap darurat pencarian korban longsor yang berakhir dalam rapat Forkopimda di Posko SAR di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur. (Foto : Ria


Gorontalopost,  SUWAWA – Kesepakatan Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menyatakan masa tanggap darurat untuk pencarian korban tanah longsor di kawasan pertambangan rakyat di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, berakhir pada Sabtu, (13/07/ 2024).

Hal itu diungkapkan Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli, pada rapat forum koordinasi pimpinan daerah di posko SAR Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (12/7/2024).

Baca Juga: PSU Sukses dan Aman di 863 TPS Dapil 6 Boalemo – Pohuwato

“Kami sepakat dengan penyampaian Direktur Operasi Basarnas bahwa masa tanggap darurat dihentikan besok dan akan dibuka kembali apabila ada harapan untuk pencarian berikutnya.

Kami menyadari akan ada ketidakpuasan dari para keluarga korban yang belum ditemukan, tetapi proses pencarian sudah tidak efektif lagi,” ungkap Merlan.

Berdasarkan Standar Operasional Prosedur Basarnas, masa tanggap darurat untuk pencarian korban hanya berlangsung selama tujuh hari.

Baca Juga: Kecamatan Tilango Lokasi Banjir Paling Parah Ditinjau Pj Gubernur Gorontalo

Selain itu, tidak diperpanjangnya masa tanggap darurat didasarkan pada berbagai pertimbangan teknis di lapangan.

Jarak lokasi kejadian yang jauh dengan medan berat menyulitkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.

“Operasi ini hanya dilakukan selama tujuh hari karena tidak efektif lagi, sudah tidak ada tanda-tanda korban untuk ditemukan.

Baca Juga: Kapolda Gorontalo Serahkan Jenazah Korban Longsor Tambang Suwawa Kepada Keluarga

Namun demikian, apabila ada perkembangan atau misalnya ada temuan korban, tim Basarnas kita turunkan kembali,” jelas Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI Edy Prakoso.

Hingga hari keenam proses pencarian korban tanah longsor, terhitung yang meninggal dunia sebanyak 26 orang.

280 orang lainnya telah berhasil diselamatkan dan 19 orang masih dalam proses pencarian.(Mg-02/Kmf).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #Bone Bolango #berakhir #longsor tambang emas #SUWAWA TIMUR #tanggap darurat banjir