Gorontalopost, GORONTALO - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Gorontalo menggelar Konsorsium Pemuda Gorontalo pada Sabtu (28/12/2024), di mana 41 rekomendasi ilmiah dihasilkan sebagai respons terhadap kondisi aktual di Provinsi Gorontalo.
Acara tersebut melibatkan organisasi kepemudaan dan mahasiswa (OKP/OKPI) dari seluruh Gorontalo.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 4.5 Guncang Tenggara Pohuwato, Gorontalo
Ketua Umum KNPI Provinsi Gorontalo, Riyanto Ismail, menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan ruang kepada seluruh OKP/OKPI untuk memaparkan kondisi aktual di Gorontalo secara ilmiah.
Diskusi kelompok terfokus (FGD) kemudian digelar untuk menyusun solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi.
Riyanto menyoroti peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Gorontalo, yang naik dari 53,83% pada 2022 menjadi 57,83% pada 2023, melampaui rata-rata nasional sebesar 56,33%.
Namun, ia juga menekankan tantangan di sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Rata-rata lama sekolah pemuda di Gorontalo hanya 10,38 tahun, lebih rendah dari rata-rata nasional 11,04 tahun, sementara angka kesakitan mencapai 9,55%, jauh di atas rata-rata nasional 6,25%.
Baca Juga: Tiga Narapidana di Lapas Pohuwato Terima Remisi Khusus Natal 2024
Firman Latuda, Juru Bicara Konsorsium Pemuda Gorontalo, mengungkapkan bahwa 41 rekomendasi yang dihasilkan mencakup berbagai aspek.
Seperti sosial, ekonomi, politik, pendidikan, budaya, hingga permasalahan sumber daya alam.
"Rekomendasi ini berbasis data dan akan menjadi rujukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan," jelasnya.
Firman menyebutkan bahwa rekomendasi tersebut akan dibukukan dan diserahkan kepada pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta aparat penegak hukum.
Langkah ini bertujuan memastikan kebijakan 2025 disusun berdasarkan data yang akurat.
Baca Juga: 500 Peserta Meriahkan Fun Run HUT ke-23 Kecamatan Randangan Pohuwato
Konsorsium Pemuda Gorontalo diharapkan dapat menjadi katalis dalam mendorong produktivitas pemuda.
Dengan dukungan dari pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan solusi nyata bagi kemajuan daerah.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang