Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Meski Dikritik DPRD, Pj Gubernur Gorontalo Tetap Studi Banding ke Banggai

Azis Manansang • Selasa, 4 Februari 2025 | 01:27 WIB

 

Pj Gubernur Rudy salahuddin saat berada di Banggai (F:ist)
Pj Gubernur Rudy salahuddin saat berada di Banggai (F:ist)

BANGGAI – Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, Mohammad Rudy Salahuddin, bersama rombongan tetap melaksanakan kunjungan studi banding ke Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, meskipun mendapat kritik keras dari Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili.

Kunjungan ini berlangsung pada 25–28 Januari 2025 dan mencakup berbagai agenda, termasuk kunjungan ke objek wisata Danau Paisupok di Desa Lukpanenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan.

Baca Juga: Respon Cepat PJ Sekda Boalemo Tinjau Longsor Tebing Sungai Akibat Banjir

Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Ariyono Orab, beserta jajaran pemerintah daerah.

Gubernur dan rombongan menikmati keindahan alam Danau Paisupok, mencicipi kuliner lokal, dan mencoba sejumlah atraksi wisata.

Dalam kunjungannya, Pj Gubernur Mohammad Rudy menyampaikan apresiasinya terhadap keindahan Danau Paisupok dan menekankan pentingnya menjaga ekosistem serta kearifan lokal.

"Paisupok adalah keindahan alam yang luar biasa dan sulit ditemukan di tempat lain di Indonesia. Kita harus menjaga ekosistem lingkungan dan mempertahankan kearifan lokalnya agar tetap menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan," ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Gorontalo Dikritik, Gelar Rapim di Tengah Defisit Anggaran

Sebagai Deputi IV di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, ia juga menggarisbawahi perlunya pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung di kawasan wisata ini guna mengoptimalkan potensi pariwisata.

Adapun sebelumnya Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, mengkritik rencana kunjungan ini, yang dianggap tidak mendesak dan tidak sesuai dengan upaya penghematan anggaran yang sedang digalakkan pemerintah pusat.

"Saya kaget menerima tembusan surat yang menginstruksikan rombongan besar mulai dari sekda hingga eselon tiga untuk ke Banggai. Padahal, Presiden sudah menginstruksikan untuk merasionalisasi seluruh pos anggaran," ujar Thomas.

Menurutnya, jika kunjungan hanya dilakukan oleh Pj Gubernur, hal itu masih bisa diterima. Namun, membawa seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) hingga personel pendukung dinilai berlebihan dan menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga: Stok Blangko Kosong, Pencetakan E-KTP di Kota Gorontalo Disorot Warga

Thomas memprediksi biaya perjalanan tersebut dapat mencapai Rp 400–500 juta, termasuk penginapan di hotel mewah dan kunjungan ke lokasi wisata.

Ia menilai anggaran sebesar itu lebih baik dialokasikan untuk program sosial seperti makan siang gratis bagi anak-anak di Gorontalo.

"Bayangkan, dengan anggaran sebesar itu, kita bisa mendukung makan siang gratis untuk sekitar 40–50 ribu anak," tegasnya.

Bahkan saat itu Thomas Mopili meminta Pemprov Gorontalo untuk membatalkan rencana tersebut karena dianggap tidak relevan dan tidak mendesak.

Ia juga mengingatkan bahwa kunjungan studi banding ke Banggai untuk peningkatan SDM bisa dipertimbangkan ulang.

Baca Juga: Pemerintah Ganti Sistem PPDB dengan SPMB Mulai 2025, Ini Penjelasannya

“Jika tujuannya adalah untuk peningkatan SDM, mengapa harus belajar ke Banggai? Saya berharap Pemprov mendengar himbauan ini agar tidak berlanjut ke kementerian dalam negeri,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan oleh DPRD.

Kunjungan ke Banggai tetap berjalan sesuai rencana, meskipun kritik terhadap urgensi dan pemborosan anggaran terus menjadi sorotan publik.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #Banggai #Rudy Salahuddin #danau paisupok #pj gubernur #studi banding