Gorontalopost, GORONTALO – Ketegangan antara dosen dan pimpinan kampus memuncak di Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo.
Puluhan dosen melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Rektorat, Rabu (19/2/2025), menuntut transparansi keuangan dan kebijakan yang lebih adil.
Baca Juga: Tambang Ilegal Tulabolo Timur Ditutup Satu Penambang Tewa
Terdapat sepuluh tuntutan utama, mulai dari keterlambatan pembayaran tunjangan, dugaan pungutan liar.
Hingga janji umroh bagi Prodi Ekonomi Islam yang meraih predikat unggul.
Namun, aksi ini tidak mendapat respons langsung dari Rektor Zulkarnain Suleman.
Ia justru menyatakan bahwa para dosen harus datang kepadanya, bukan sebaliknya.
Baca Juga: Diberhentikan dari Golkar, Marten Taha Legowo Terima Keputusan Partai
"Saya menyesalkan mereka tidak memahami kondisi ini," ujar Zulkarnain, mengklaim bahwa keterlambatan pembayaran terjadi akibat penghematan anggaran dari pusat.
Sikap rektor ini justru memperkeruh situasi, dengan banyak pihak menilai bahwa ketidakpedulian pimpinan bisa memperburuk konflik internal kampus.
Jika tidak ada penyelesaian, aksi lanjutan yang lebih besar bisa terjadi dalam waktu dekat. (Gpd-01).
Editor : Azis Manansang