Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Nikmat dan Gurih! Nasi Jaha, Kuliner Tradisional yang Meriahkan Ramadan di Ternate

Nur Fadilah • Kamis, 20 Maret 2025 | 08:26 WIB

Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam batang bambu yang telah dilapisi daun pisang, lalu dipanggang di atas bara api hingga matang.
Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam batang bambu yang telah dilapisi daun pisang, lalu dipanggang di atas bara api hingga matang.

GORONTALOPOST
-Saat bulan Ramadan tiba, berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi kuliner khas yang selalu dinantikan untuk berbuka puasa.

Di Ternate, salah satu hidangan yang selalu hadir sebagai takjil adalah Nasi Jaha.

Makanan khas Sulawesi ini bukan sekadar makanan biasa, tetapi juga bagian dari budaya dan kearifan lokal yang terus dilestarikan.

Apa Itu Nasi Jaha?

Nasi Jaha adalah makanan berbahan dasar beras ketan dan santan yang dimasak dalam bambu, mirip dengan lemang dari Sumatra. Perbedaannya, Nasi Jaha memiliki aroma khas dari daun pandan serta bumbu-bumbu rempah yang membuat rasanya semakin gurih dan lezat.

Proses memasaknya cukup unik, yakni dengan memasukkan campuran beras ketan dan santan ke dalam bambu yang telah dilapisi daun pisang, lalu dibakar di atas bara api hingga matang.

Tradisi Nasi Jaha di Ternate

Meskipun Nasi Jaha berasal dari Sulawesi Utara, makanan ini telah lama menjadi bagian dari budaya kuliner di Ternate. Setiap Ramadan, masyarakat setempat menjadikannya sebagai takjil favorit untuk berbuka puasa.

Kehangatan dan aroma khas Nasi Jaha yang baru matang dari bambu selalu menggugah selera setelah seharian berpuasa.

Di berbagai sudut kota Ternate, terutama di pasar-pasar Ramadan dan lapak-lapak pedagang kaki lima, Nasi Jaha mudah ditemukan.

Biasanya, makanan ini dijual dalam bentuk potongan-potongan kecil, siap disantap bersama teh manis hangat atau makanan pendamping lainnya.

Makna dan Filosofi di Balik Nasi Jaha

Selain menjadi hidangan lezat, Nasi Jaha juga memiliki makna filosofis. Proses memasaknya yang memerlukan ketelatenan melambangkan kesabaran, sementara bambu yang digunakan mencerminkan kebersamaan dan kekuatan dalam tradisi gotong royong. Tak heran jika makanan ini sering dihidangkan dalam berbagai acara adat dan perayaan keagamaan.

Nasi Jaha, Simbol Kekayaan Kuliner Nusantara

Kehadiran Nasi Jaha di Ternate selama Ramadan menunjukkan betapa kayanya kuliner Nusantara yang tersebar di berbagai daerah.

Meskipun berasal dari Sulawesi, makanan ini telah melebur dalam kehidupan masyarakat Maluku Utara dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi berbuka puasa.

Jadi, jika berkunjung ke Ternate saat Ramadan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Nasi Jaha.

Tak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan cita rasa khas yang menggugah selera!(*)

Editor : Nur Fadilah
#Nasi Jaha #ternate