Gorontalopost, GORONTALO – Kisah cinta lintas negara kembali terjadi di Kota Gorontalo.
Seorang pria asal Belanda, Yasin Van Oudheusden (46), resmi mempersunting perempuan Gorontalo, Susanty Otodu (37), setelah menjalin hubungan secara daring selama hampir lima tahun.
Baca Juga: Iduladha Presiden Prabowo Manjakan Gorontalo Lipat Gandakan Bantuan Kurban Sumbang 7 Sapi Jumbo
Pernikahan mereka berlangsung pada Jumat, 30 Mei 2025, di Masjid Baiturrahim, Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan.
Yasin menyerahkan mahar sebesar 2.500 Euro atau sekitar Rp46,1 juta (kurs Rp18.462).
"Uang tunai hanya 2.500 Euro diambil dari tahun 2025," ungkap Susanty saat ditemui usai prosesi akad.
Momen sakral tersebut berlangsung meriah dan disambut hangat oleh warga sekitar.
Meski keluarga Yasin tidak dapat hadir langsung di lokasi, mereka tetap menyaksikan prosesi pernikahan secara virtual melalui video call.
Dalam upacara adat, Yasin tampil mengenakan pakaian tradisional Gorontalo berwarna merah, senada dengan busana pengantin yang dikenakan Susanty.
Awal Cinta dari Aplikasi Muslim Dating
Baca Juga: Bongkar Kantor Koperasi, Remaja di Gorontalo Dibekuk Polisi Tanpa Perlawanan
Kisah asmara pasangan ini berawal dari perkenalan lewat aplikasi Muslima Dating pada tahun 2020.
Hubungan mereka sempat berjalan lambat hingga pada 2023, ketika Yasin berlibur ke Manado dan meminta Susanty menjadi pemandu wisatanya.
Dari situ, komunikasi mereka semakin intens.
“Dia minta saya jadi tour guide waktu liburan di Manado. Setelah itu, dia bilang ingin serius,” ujar Susanty.
Yang mengejutkan, Susanty mengaku tidak pernah menjalani masa pacaran dengan Yasin.
Hubungan mereka berlangsung dalam format LDR (Long Distance Relationship) sebelum akhirnya Yasin menyatakan keseriusannya untuk menikah.
“Awalnya kaget karena kami tidak pernah pacaran, langsung diajak nikah. Tapi karena dia serius dan sudah dua tahun LDR, saya yakin,” ucapnya dengan senyum.
Baca Juga: Polres Boalemo Gerebek Tambang Emas Ilegal di Dulupi, Tenda dan Alat Tambang Dimusnahkan
Pernikahan Yasin dan Susanty menjadi bukti bahwa jarak bukanlah penghalang untuk membangun komitmen.
Keberanian Yasin datang jauh-jauh ke Indonesia dan kesiapan Susanty menerima lamaran tanpa melalui hubungan pacaran konvensional.
Menunjukkan bahwa ketulusan dan niat baik mampu menyatukan dua hati dari belahan dunia yang berbeda.(Ris)
Editor : Azis Manansang