Gorontalopost, GORONTALO – Rencana bahagia SR (24) berubah menjadi kisah pilu setelah calon suaminya, oknum Brimob berinisial Bribda F, menghilang pada hari akad nikah, Sabtu (9/8/2025).
Prosesi yang dijadwalkan pukul 09.00 WITA itu batal dilaksanakan karena mempelai pria dan keluarganya tak kunjung datang hingga acara resepsi.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Dipercepat di Gorontalo, Komisi II Deprov Targetkan Jadi Motor Ekonomi Desa
Keluarga SR mengaku tak menyangka. Malam sebelum pernikahan, SR dan F masih berkomunikasi seperti biasa.
Namun, keesokan paginya, sang calon mempelai pria seakan lenyap tanpa kabar.
“Kami terpukul, apalagi orang tua mempelai perempuan sampai harus dibawa ke rumah sakit karena syok,” ungkap Zainudin Hasan, perwakilan keluarga SR, dikutif Senin (11/8/2025).
Kekecewaan itu membuat keluarga mempelai wanita melapor ke Propam Polda Gorontalo. Zainudin menyebut, hubungan SR dan F selama ini berjalan baik sejak keduanya menjalin kasih pada Januari 2025.
“Tak ada tanda-tanda masalah. Kami juga tak tahu apa alasan F menghilang,” ujarnya.
Setelah kejadian ini viral di media sosial, keluarga F datang meminta maaf. Namun, sikap F justru memicu amarah keluarga SR.
Baca Juga: Bendungan Bulango Ulu Gorontalo Capai 85,6%, Menteri PU Targetkan Rampung Akhir 2025
“Dia hanya mengirim pesan singkat lewat WhatsApp, cuma satu kata: ‘kenapa’,” kata Zainudin.
Bahkan, pelacakan ponsel F yang dibantu pihak Brimob menunjukkan keberadaannya berpindah-pindah dari Paguyaman, Boalemo, Marissa, hingga Popayato.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Gorontalo, AKP Anggoro C. Wibowo, membenarkan laporan tersebut.
“Laporan sudah masuk ke Propam. Kami akan menindaklanjuti dan melakukan pencarian terhadap anggota yang bersangkutan,” tegasnya.
Hingga kini, keberadaan Bribda F masih misterius, sementara SR dan keluarganya menanti kepastian yang tak kunjung tiba.(Mg-03).
Editor : Azis Manansang