Gorontalopost, GORONTALO – Suasana depan kantor DPRD Provinsi Gorontalo sempat memanas pada Senin (22/9/2025) sore.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Untuk Rakyat Gorontalo menggelar aksi demonstrasi menuntut pemecatan anggota DPRD, Wahyudin Moridu, usai namanya terseret dalam video viral perampokan uang negara.
Massa mulai berkumpul sekitar pukul 14.00 WITA. Mereka membakar ban bekas sebagai simbol perlawanan, kemudian menyuarakan tuntutan secara bergantian lewat pengeras suara.
“Perilaku seorang wakil rakyat seharusnya menjaga kehormatan lembaga, bukan mencederai kepercayaan publik.
Kami menuntut Badan Kehormatan dan pimpinan DPRD segera mencopot Wahyudin Moridu,” tegas Koordinator Lapangan, Lutfi Hardiansyah.
Tak berhenti di luar gedung, mahasiswa kemudian diterima langsung Ketua DPRD Gorontalo, Thomas Mopili, bersama para wakil dan anggota DPRD di ruang Dulohupa.
Di hadapan para legislator, mereka mengajukan empat poin tuntutan.
Selain desakan pemecatan Wahyudin Moridu, mahasiswa juga menolak proyek pembangunan toilet di rumah dinas Gubernur, serta mendesak realisasi janji pembangunan jalan Pinogu di Kabupaten Bone Bolango.
Aksi ini disebut sebagai peringatan keras agar DPRD benar-benar berpihak pada rakyat, bukan justru mengabaikan suara mahasiswa dan masyarakat. (Mg-02)
Editor : Azis Manansang