Gorontalopost, GORONTALO – Duka menyelimuti dunia pendidikan Gorontalo. Seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar).
Berlangsung di Tapadaa, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, meninggal dunia usai dirawat intensif di RS Aloei Saboe, Senin pagi (22/9/2025).
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan langsung diberangkatkan ke kampung halamannya.
Di Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Pihak keluarga yang terpukul dengan kepergian almarhum, pada Senin malam (22/9).
Mendatangi SPKT Polda Gorontalo untuk melaporkan dugaan adanya kelalaian dari panitia pelaksana Diksar.
“Anak kami berangkat dalam keadaan sehat. Kami ingin kebenaran diungkap.
Karena ia pulang dengan kondisi sakit parah hingga akhirnya meninggal,” ujar salah satu anggota keluarga dengan penuh haru.
Diketahui, kegiatan Diksar tersebut berlangsung sejak Kamis (18/9) hingga Minggu (21/9) malam.
Namun, bukannya kembali dengan ilmu dan pengalaman baru, korban justru menghembuskan napas terakhir usai mengikuti agenda tersebut.
Kasus ini kini tengah menjadi sorotan publik, sekaligus membuka pertanyaan besar soal keamanan.
Dan standar penyelenggaraan kegiatan mahasiswa di Gorontalo.(Antx)
Editor : Azis Manansang