Gorontalopost, LIMBOTO — Suasana khidmat menyelimuti Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo.
Saat ribuan peserta mengikuti pembukaan Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka Nasional (Peran Saka) 2025.
Penanaman pohon kelapa menjadi simbol semangat pelestarian alam dan nilai kemanusiaan dalam perhelatan akbar ini.
Dengan mengusung tema “Pramuka Penuh Karya, Menuju Indonesia Jaya,”
kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, melalui upacara bendera yang penuh makna.
Momen pembukaan diwarnai dengan pemukulan alat musik tradisional Polopalo, atraksi seni budaya Gorontalo, serta aksi simbolik penanaman pohon kelapa oleh para pejabat yang hadir.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Pramuka.
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Anggota DPR RI Rachmat Gobel, dan Ketua Kwarda Gorontalo Sofyan Puhi.
Keikutsertaan mereka menjadi bukti kuat dukungan pemerintah terhadap pembinaan karakter generasi muda melalui gerakan Pramuka.
Usai kegiatan, Wakil Gubernur Idah Syahidah menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada Gorontalo sebagai tuan rumah kegiatan berskala nasional ini.
Menurutnya, penanaman pohon kelapa memiliki makna mendalam, pohon yang seluruh bagiannya bermanfaat itu menjadi cerminan harapan agar para Pramuka juga bisa memberi manfaat bagi sesama.
“Jadilah generasi muda yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan seperti pohon kelapa yang tak pernah berhenti memberi,” ungkapnya penuh makna.
Baca Juga: Syarifuddin Bano Desak Jembatan Permanen di Karyamukti, Akses Vital Jangan Dibiarkan Darurat Terus
Idah juga mengucapkan selamat datang kepada 1.724 peserta dari 34 Kwartir Daerah se-Indonesia serta 1.500 Pramuka Penegak dan Pandega Kabupaten Gorontalo yang turut meramaikan kegiatan ini.
Ia berharap, Peran Saka Nasional 2025 menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas daerah, memperkaya wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dan cinta alam.
Selama tujuh hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti beragam agenda kebangsaan, pelatihan, hingga kegiatan sosial yang turut menghadirkan UMKM dan pasar tradisional di lokasi perkemahan.(Mg-02)
Editor : Azis Manansang