Gorontalopost, SUWAWA - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail kembali menegaskan komitmennya untuk membuka keterisolasian Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango.
Dalam pertemuan dengan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI yang digelar di Kantor Bupati Bone Bolango.
Baca Juga: Bupati Sofyan Puhi Jadi Peserta Pertama Restorasi Run 2025, Ajak Ribuan Warga Padati Limboto
Gubernur meminta percepatan pembangunan akses jalan sebagai prioritas utama pemerintah daerah.
Dari data pengelolaan kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), jalur Tulabolo–Pinogu memiliki panjang 42 kilometer, sekitar 31 kilometer berada dalam kawasan taman nasional.
Kondisi geografis ini membuat pembangunan membutuhkan perencanaan matang sekaligus koordinasi lintas instansi.
Gusnar menyampaikan bahwa langkah paling mendesak saat ini adalah penuntasan Dokumen Engineering Design (DED).
Ia menegaskan tanpa dokumen teknis tersebut, proses penganggaran dan pembangunan tidak bisa berjalan.
“DED itu fondasi awalnya. Kalau tidak ada, pembangunan akan terus tertunda,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Gubernur Gusnar menyampaikan apresiasinya kepada BAM DPR RI yang turun langsung melihat kondisi Pinogu.
Gusnar menyebut kunjungan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat Pinogu yang selama puluhan tahun menunggu akses jalan layak.
Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan atas komitmennya mengawal isu tersebut.
Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Gorontalo dan Pemkab Bone Bolango siap mendukung seluruh proses lintas lembaga.
Termasuk koordinasi dengan Balai Jalan Nasional serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengingat kawasan itu masuk wilayah hutan.
Menurutnya, pembangunan jalan Pinogu tidak hanya membuka isolasi, tetapi juga mendorong ekonomi daerah, pelayanan publik, pengembangan kawasan, hingga ketahanan pangan.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang