Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gubernur Gusnar Dorong Pembentukan BKSDA Gorontalo, Lonjakan Lahan Kritis Capai 40 Persen

Azis Manansang • Rabu, 6 Mei 2026 | 00:04 WIB
Rapat koordinasi pembangunan sektor kehutanan Provinsi Gorontalo Tahun 2026 di Aula BPDAS Bone Limboto.(F:Mila-Dkmfotik)
Rapat koordinasi pembangunan sektor kehutanan Provinsi Gorontalo Tahun 2026 di Aula BPDAS Bone Limboto.(F:Mila-Dkmfotik)

Gorontalopost, GORONTALO- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menekankan pentingnya menghidupkan kembali program penghijauan sebagai langkah strategis menghadapi meningkatnya lahan kritis di daerah. 

Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat komunikasi dengan 
pemerintah pusat,

khususnya Kementerian Kehutanan, guna memperjuangkan program lingkungan di Gorontalo.

Selain itu, Gubernur mendukung rencana pengusulan pembentukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gorontalo. 

Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut sangat penting dalam menjaga keanekaragaman hayati yang menjadi kekayaan daerah.

Ia menilai potensi flora dan fauna Gorontalo memiliki nilai strategis yang layak 
diperjuangkan dalam pengajuan ke pemerintah pusat. 

Upaya ini juga diharapkan mampu memperkuat perlindungan lingkungan secara berkelanjutan.

“Jadi kita target, kita usulkan BKSDA, kemudian harus kita barengi dengan program 
terasiring di Gorontalo 

dan penghijauan agar supaya kementerian juga bisa tertarik untuk membantu kita semua,” ungkap Gusnar.

Berdasarkan data, luas lahan kritis di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan 
signifikan dari 217.177 hektar pada 2020

menjadi 304.073 hektar pada 2024 atau naik sekitar 40 persen. 

Kabupaten Gorontalo mencatat angka tertinggi sebesar 91.458 hektar, disusul Gorontalo Utara 68.682 hektar.

Kondisi ini dinilai membutuhkan intervensi rehabilitasi yang cepat dan masif.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #lingkungan hidup #konservasi #Gusnar Ismail #lahan ekstrim