ABPEDNAS dan SRIKANDI Jaga Desa Dikukuhkan di Gorontalo, Gusnar Sorot Peran Strategis Desa

Azis Manansang • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:16 WIB

 

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Forkopimda foto bersama dengan pengurus ABPEDNAS dan Sriknadi Jaga Desa.(F: Istimewa)
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Forkopimda foto bersama dengan pengurus ABPEDNAS dan Sriknadi Jaga Desa.(F: Istimewa)

Gorontalopost, GORONTALO – Penguatan pembangunan dari tingkat desa menjadi 
perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo. 

Gubernur Gusnar Ismail berharap ABPEDNAS dan SRIKANDI Jaga Desa mampu 
memperkuat jembatan antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di desa.

Hal tersebut disampaikan Gusnar dalam kegiatan Optimalisasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) serta pengukuhan DPD-DPC ABPEDNAS dan SRIKANDI Jaga Desa se-Provinsi Gorontalo masa bakti 2026-2031 di Auditorium UNG, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Akses Tulabolo–Pinogu Dikebut, Pemprov Gorontalo Buka Peluang Suntik Dukungan Anggaran

Gusnar menyebut desa memiliki posisi yang tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan 
pembangunan daerah. 

Kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi bagian penting yang 
bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Saya ingin menyampaikan bahwa di desa adalah ujung tombak terdepan daripada 
pelaksanaan pembangunan. 

Di sana ada kepala desa dan ada Badan Permusawaratan Desa,” ungkap Gusnar saat 
menghadiri kegiatan tersebut.

Karena itu, ia menilai ABPEDNAS harus mengambil peran lebih besar dalam mengawal  pembangunan dan pembinaan masyarakat. 

Di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, ABPEDNAS diharapkan mampu menyerap sekaligus menjembatani aspirasi warga dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah desa.

Gusnar juga menyebut ABPEDNAS memiliki potensi sumber daya yang dapat dilibatkan  sebagai mentor dan promotor berbagai program pemerintah. 

Baca Juga: Polda Gorontalo Periksa Walikota Adhan Dambea, Dalami Pencabutan SK Eks Rumah Jawatan Kantor Pos

Salah satunya adalah rencana hilirisasi ayam terintegrasi yang diproyeksikan menjadi  bagian dari upaya pemerintah menuntaskan kemiskinan dalam beberapa bulan mendatang.

Pandangan serupa disampaikan Reda Manthovani selaku Jaksa Agung Muda Intelijen  sekaligus Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS. 

Menurutnya, organisasi tersebut dapat menjadi penghubung agar berbagai program  pemerintah pusat benar-benar hadir hingga pelosok desa.

Salah satu contoh yang disoroti Reda adalah program Cek Kesehatan Gratis. Ia 
mendorong

agar program tersebut tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan seperti  puskesmas, tetapi dapat menjangkau keluarga di desa melalui jaringan ABPEDNAS.

“Supaya rakyat bisa juga menikmati program yang sudah direncanakan pemerintah pusat  seperti saya bilang sama Pak Wamenkes, punya program cek kesehatan gratis. 

Bagaimana caranya supaya sampai ke desa-desa selain di puskesmas, saya bilang ini kami  punya ABPEDNAS, bapak bisa menyalurkan petugas. Dicek kluarga terdekat di desa  masing-masing,” ungkap Reda.

Di sisi lain, program Jaga Desa tetap diarahkan pada aspek pengawasan. Reda menjelaskan  program tersebut sejak awal ditujukan untuk mengurangi peluang penyalahgunaan  keuangan desa oleh oknum kepala desa. 

Untuk Provinsi Gorontalo, ia menyebut kondisi pengelolaan desa hingga triwulan IV 
masih terkendali.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sekjen DPP 
ABPEDNAS Aditya Yusma Pratama,

Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa Ella Nurlela  Tubagoes, Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indra Utama serta Wakil Menteri Kesehatan  Benjamin Paulus Oktavianus.

Pada kesempatan yang sama, Syarif Mbuinga resmi dilantik sebagai Ketua DPD 
ABPEDNAS Provinsi Gorontalo.

Sedangkan Idah Syahidah Rusli Habibie dilantik sebagai  Ketua DPD SRIKANDI Jaga Desa Provinsi Gorontalo.

Pengukuhan tersebut diharapkan memperkuat peran organisasi desa dalam mengawal  pembangunan,

memperluas manfaat program pemerintah sekaligus menjaga tata kelola  pemerintahan desa di Gorontalo.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo Jaga Desa pembangunan desa srikandi Gusnar Ismail