Hadapi Ancaman Kekeringan dan Banjir, DPRD Boltim Gali Ilmu Mitigasi Bencana di Gorontalo

Azis Manansang • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:27 WIB
Ketua Komisi II DPRD Boltim Sadikin Bachri Mamonto memimpin langsung rombongan. 

Ia hadir bersama Sekretaris Komisi II Candra Walangitan, Anggota Komisi II Alamri Matiala, Sekretaris DPRD Boltim Andi Suhendro Welan, serta jajaran sekretariat dan tenaga pendukung DPRD Boltim.(F:Istimewa)
Ketua Komisi II DPRD Boltim Sadikin Bachri Mamonto memimpin langsung rombongan. Ia hadir bersama Sekretaris Komisi II Candra Walangitan, Anggota Komisi II Alamri Matiala, Sekretaris DPRD Boltim Andi Suhendro Welan, serta jajaran sekretariat dan tenaga pendukung DPRD Boltim.(F:Istimewa)

Gorontalopost, GORONTALO — Kekeringan, banjir dan berbagai bencana 
hidrometeorologi menjadi  perhatian serius DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur  (Boltim), Sulawesi Utara. 

Untuk memperkuat kesiapan daerah menghadapi ancaman tersebut, DPRD Boltim memilih  belajar langsung dari BPBD Provinsi Gorontalo, Jumat (21/8/2026).

Pertemuan yang digelar di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Gorontalo itu menjadi ajang 

pertukaran pengalaman mengenai bagaimana pemerintah daerah membangun sistem  kesiapsiagaan hingga mengambil langkah cepat ketika bencana terjadi.

Baca Juga: Sukses Penilaian Posyandu se-Gorontalo, Bone Bolango Bidik Gelar di Tingkat Nasional

Ketua Komisi II DPRD Boltim Sadikin Bachri Mamonto memimpin langsung rombongan. 

Ia hadir bersama Sekretaris Komisi II Candra Walangitan, Anggota Komisi II Alamri 
Matiala, Sekretaris DPRD Boltim Andi Suhendro Welan, serta jajaran sekretariat dan 
tenaga pendukung DPRD Boltim.

Rombongan diterima Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi bersama 

Sekretaris BPBD Ismail Abd. Bau, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Hifny Tegela  dan jajaran lainnya.

Menurut Sadikin, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda koordinasi, melainkan bagian  dari upaya

mendapatkan gambaran konkret mengenai strategi menghadapi bencana yang  kini semakin berkaitan erat dengan perubahan iklim.

“Banyak informasi penting yang kami peroleh dalam kunjungan ini. Salah satunya 
bagaimana mengantisipasi dampak kekeringan dan memperkuat mitigasi

serta penanganan  ketika cuaca ekstrem memicu bencana. Pengetahuan ini tentu akan menjadi masukan bagi  kami di Boltim,” ungkapnya.

Baca Juga: Aleg Deprov Gorontalo Fikram Salilama Masuk Bui, Kasus Korupsi Dana Hibah Koni Gorontalo Rp 2,3 M

BPBD Gorontalo kemudian memaparkan sejumlah pola penanganan yang telah 
diterapkan. Pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini menjadi salah satu fondasi  kesiapsiagaan. 

Selain itu, BPBD juga menyiapkan langkah menghadapi musim kemarau, termasuk 
distribusi air bersih bagi masyarakat yang mengalami dampak kekeringan.

Ketika situasi berubah menjadi darurat, Pusdalops berperan sebagai pusat informasi 
sekaligus penghubung koordinasi lintas sektor. 

Sistem tersebut dinilai penting agar setiap  langkah penanganan dapat dilakukan secara  cepat dan terarah.

Sekretaris BPBD Provinsi Gorontalo Ismail Abd. Bau menegaskan bahwa ancaman 
bencana tidak mengenal batas wilayah sehingga kerja sama antardaerah menjadi 
kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

“Risiko akibat perubahan iklim terus berkembang dan tidak mungkin dihadapi secara  sendiri-sendiri. 

Karena itu, pemerintah daerah perlu membangun jejaring, berbagi  pengalaman serta  mengadopsi praktik yang terbukti efektif agar penanganan bencana  semakin responsif,”  jelas Ismail.

Menurutnya, penguatan kapasitas tetap menjadi salah satu fokus BPBD Gorontalo. 

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kesiapsiagaan pemerintah, edukasi kepada  masyarakat

dan pemanfaatan Pusdalops secara optimal sebagai pusat komando informasi  dan koordinasi kebencanaan.(Ris).

Editor : Azis Manansang
Boltim Provinsi Gorontalo dprd BPBD Mitigasi Bencana