Pasokan Berkurang, Harga Tomat di Gorontalo Utara Mulai Merangkak Naik

Nur Fadilah • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 11:11 WIB
Komoditas tomat apel di pasar tradisional Kwandang Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. ANTARA/Susanti Sako
Komoditas tomat apel di pasar tradisional Kwandang Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. ANTARA/Susanti Sako

 

GORONTALOPOST -Harga tomat di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga rata-rata mencapai Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram.

Di Pasar Tradisional Kwandang, harga tomat yang sebelumnya rata-rata dijual Rp5.000 per kilogram, kini berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram.

Pedagang rempah-rempah di Pasar Tradisional Kwandang, Hengki, mengatakan kenaikan harga tersebut dipengaruhi meningkatnya harga pembelian di tingkat petani serta berkurangnya pasokan yang masuk ke pasar.

"Kenaikan terjadi karena harga beli di tingkat petani naik, serta suplai tomat dari pemasok ke pedagang di pasar-pasar tradisional cenderung berkurang, memicu kenaikan harga," kata Hengki di Gorontalo Utara, Selasa.

Menurutnya, kenaikan harga terjadi pada beberapa jenis tomat berdasarkan ukuran dan kualitasnya. Tomat apel biasa berukuran kecil masih bertahan di harga Rp5.000 per kilogram.

Sementara itu, tomat apel ukuran sedang mengalami kenaikan menjadi Rp7.000 per kilogram. Adapun tomat apel kualitas super kini mencapai Rp8.000 per kilogram.

Hengki memperkirakan harga tomat masih berpotensi mengalami kenaikan apabila produksi di tingkat petani kembali menurun.

Pedagang lainnya, Sari Yamin, mengatakan kenaikan harga terpaksa dilakukan karena harga yang diberikan pemasok juga meningkat.

Ia menyebut permintaan masyarakat terhadap tomat sebenarnya masih tergolong normal. Namun, berkurangnya pasokan akibat penurunan produksi membuat harga di tingkat pedagang ikut terdorong naik.

"Permintaan tomat tergolong normal, hanya saja pasokan yang masuk memang berkurang akibat produksi turun sehingga memicu kenaikan harga," ujarnya.

Pasokan Tomat dari Sejumlah Daerah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Gorontalo Utara, Ajuba Thalib, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap distribusi dan ketersediaan pangan di pasar-pasar tradisional.

Khusus komoditas tomat, jenis tomat apel menjadi salah satu yang banyak beredar dan mendominasi pasar di daerah tersebut.

Pasokan tomat tidak hanya berasal dari wilayah di Provinsi Gorontalo, tetapi juga didatangkan dari sejumlah daerah di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

"Ada 17 pasar tradisional tersebar di 10 dari 11 wilayah kecamatan," kata Ajuba.

Menurut Ajuba, kondisi permintaan tomat di pasar saat ini masih terkendali. Tomat yang masuk dalam kategori sayuran tersebut juga bukan merupakan kebutuhan yang mendominasi konsumsi rumah tangga dan masih dapat digantikan dengan bahan pangan lainnya.

Dengan kondisi pasokan dan permintaan yang ada saat ini, Ajuba memperkirakan harga tomat di Gorontalo Utara pada kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 per kilogram masih dapat bertahan hingga akhir Desember 2026.

Kenaikan harga tomat ini menjadi perhatian karena komoditas tersebut merupakan salah satu bahan yang cukup sering digunakan masyarakat untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Perubahan harga di tingkat petani dan kelancaran pasokan dari daerah penghasil menjadi faktor penting yang akan menentukan pergerakan harga tomat di pasar Gorontalo Utara.(antara)

 

Editor : Nur Fadilah
pasar tradisional Harga Tomat