Gorontalopost.Id, GORONTALO - Fenomena kasus bunuh diri di Gorontalo yang terjadi belakangan ini diminta harus menjadi perhatian sekolah.
Penekanan ini disampaikan Penjabat Gubernur Ismail Pakaya.saat meresmikan program lima hari sekolah di SMA 7 Kota Gorontalo, kemarin (10/7/2023).
Baca Juga: Transisisi 3 Gubernur APBD 2022 Disetujui Deprov Gorontalo
Menurut Penjagub fungsi pendidikan, pengawasan dan bimbingan mental bagi siswa harus menjadi fokus perhatian.
“Guru guru BK harus kuat, menjadi tempat anak-anak untuk curhat. Sejak saya menjadi Penjabat Gubernur sudah ada empat atau lima yang bunuh diri.
Saya tidak tau diajarkan di sekolah atau tidak bahwa bunuh diri dalam agama Islam itu masuk neraka,”kata Penjagub.
Baca Juga: Jadi Temuan BPK 40 ASN Nunggak Sewa Eks Rumah Dinas DPRD Total Rp110 Juta
Jam belajar yang lebih lama dengan program lima hari sekolah diminta dimanfaatkan para guru untuk lebih banyak berinteraksi dengan siswa.
Guru tidak saja memberikan pendidikan umum, tetapi juga mengembangkan karakter, mental dan kepribadian siswa.
“Fenomena ini karena terputusnya komunikasi antara siswa, guru dan orang tua.
Baca Juga: BBM Bersubsidi 1,1 Ton Jenis Solar Disita Polres Boalemo Dua Tersangka Terancam 6 Tahun Penjara
Mereka enggak tau harus cerita ke siapa akhirnyamengambil cara-cara nekat seperti itu. Sesuatu yang tidak boleh lagi terjadi,” tegasnya.
Sekolah lima hari menjadikan siswa dan guru punya dua waktu salat berjamaah di sekolah yakni Zuhur dan Ashar.
Penjagub berharap semua siswa ikut salat sambil mendapatkan bimbingan rohani dari guru agama dan guru BK. (zis/Kmfo).
Editor : Azis Manansang