Gorontalopost.Id, GORONTALO - Jadwal dari waktu hambur, tanam dan jadwal pemakaian air dari para petani. Disidangkan Komisi Irigasi Provinsi Wilayah Daerah Irigasi (D.I) Lomaya, Alale, Pilohayanga di Graha Nadia kota Gorontalo, belum lama ini.
Menurut Kepala Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo Aries Ardianto tujuan dilaksanakan sidang komisi irigasi tersebut.
Baca Juga: Pemkab Gorontalo Black List 14 Kontraktor, Proyek PEN Kembali Dilanjutkan
Untuk menyepakati bersama dengan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan pemangku kepentingan lainnya, terkait jadwal pembagian air, masa hambur dan masa tanam padi.
"Komisi irigasi itu ada tiga, yaitu komisi irigasi Nasional, Provinsi dan Kabupaten-kota.
Nah, Sidang ini sangat penting, karena dari sini kita akan sepakati bersama dengan teman-teman P3A terkait jadwal dari waktu hambur, tanam dan jadwal pemekaian air dari para petani," jelas Aries Ardianto.
Baca Juga: Bupati Hamim Ingatkan Perencanaan di Bone Bolango Harus Berpihak ke Rakyat
Aries Ardianto juga menambahkan dengan adanya fenomena Elnino saat ini, suhu permukaan laut menjadi di atas kondisi normal.
Yang menyebabkan debit air di Lomaya, Alale dan Pilohanyanga berkurang dari yang biasanya setiap DI itu mencapai 3000 liter perdetik, kini menjadi 1000 liter perdetik.
"Cuaca saat ini sangat ekstrem, sehingga volume atau debit air itu sangat berkurang jauh.
Biasanya disatu pintu sekunder daerah irigasi itu mencapai 3000 liter perdetik, tapi sekarang yang tersedia hanya 1000 liter perdetik" Imbuhnya.
Baca Juga: Longsor Batu Besar Menimpa Rumah, Warga Gorontalo Utara Heboh
Lebih lanjut Kepala Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo itu berharap.
Dengan adanya kesepakatan bersama yang dihasilkan dari sidang komisi irgasi provinsi tersebut, masing-masing GP3A dan P3A dapat mengatur pemakaian serta pemanfaatan air pada bidang pertanian.
"Mudah-mudahan apa yang sudah dihasilkan pada sidang hari ini, bisa mengatasi permasalahan dari pemanfaatan serta pemakaian air.
Dan saya sangat berharap GP3A dan P3A dapat meyakinkan kelompoknya dalam pemanfaatan dan pemakaian air," tandasnya.
Baca Juga: Polres Gorontalo Utara Berhasil Membongkar 3 Ton Penyelundupan Cap Tikus
Pada Sidang Komisi Irigasi Provinsi tersebut, selain dihadiri oleh GP3A dan P3A, juga dihadiri oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Gorontalo.
Kemudian, Kepala Bappda Provinsi Gorontalo, perwakilan Dinas PU Kabupaten Gorontalo, Perwakilan Dinas PU Bone Bolango, Dinas PU Kota Gorontalo serta pemangku kepentingan lainnya. (Mg-02/kmfo)
Editor : Azis Manansang