Gorontalopost.Id, MARISA - Dua penambang emas asal Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo tertimbun di lokasi tambang emas tanpa izin di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, kemarin (09/11/23).
Kedua penambang tersebut adalah Ridwan Panabulu (46), warga Desa Hulawa, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo; dan Riski Ismail (23), warga Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
Baca Juga: Polsek Kota Selatan Gorontalo Patroli, Amankan 20 Botol Miras
Dihimpun dari sejumlah sumber, kejadian ini terjadi saat keduanya sedang melakukan aktivitas dompeng. Namun secara mengejutkan lahan yang diekstraksi emasnya, runtuh menimpa keduanya.
"Sebetulnya sebelum kejadian itu, keduanya sudah diperingatkan oleh teman-temannya. Mereka diminta untuk menjauhi lokasi dompeng berukuran 10x10 m tersebut,"ungkap sumber.
Sebab telah diperhatikan oleh teman-temannya, sebagian tanah yang berada di sisi kiri dan kanan terlihat tanda-tanda akan runtuh.
Baca Juga: Festival Indomie Vaganza Momentum Tingkatkan Kebahagiaan Masyarakat Bone Bolango
"Akan tetapi, imbauan itu diacuhkan oleh mereka berdua, sehingga Ridwan dan Riski tertimbun oleh tanah dengan gaya tengkurap seperti katak selama 15 menit,"ungkap sumber menambahkan.
Melihat kejadian itu, sontak teman-temannya langsung berusaha mengangkat mereka berdua dari gumpalan tanah yang menutupi badan dan kepala mereka.
Serta keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumi Panua Pohuwato untuk mendapatkan perawatan yang intensif.
Baca Juga: Kapolres Gorut Tekankan Kewaspadaan Pilpres Putaran Kedua
Sementara itu Kapolsek Patilanggio, Ipda Jufri Mokodongan, membenarkan kejadian tersebut.
Dijelaskannya kedua korban tertimbun material tanah sebatas dada. Penambang Ridwan terkena material di bagian dada dan mulut. Sementara Riski terkena material di bagian kaki.
Baca Juga: Bupati Thariq Sebut Pulau Huha Miliki Potensi Wisata Menjanjikan
“Kedua korban tertimpa material bagian bagian mulut, dada, dan kaki. Penambang beraktivitas menggunakan alkon.
Sehingga material berada di atas menghantam penambang,” beber Ipda Jufri.
Atas kejadian itu pihak keluarga langsung di hubungi, dan langsung mendatangi korban di rumah sakit Pohuwato.(Rahman)
Editor : Azis Manansang