Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Ombudsman Sebut Potensi Kelalaian Pelayanan Puskesmas Telaga, Curhat Suami di Medsos Istri Meninggal

Azis Manansang • Selasa, 5 Desember 2023 | 23:51 WIB

 

Puskesmas Telaga yang menjadi sorotan masyarakat (F:ist)
Puskesmas Telaga yang menjadi sorotan masyarakat (F:ist)

 


Gorontalopost.Id,  GORONTALO - Menjadi trending topik dalam pemberitaan media daring hingga media sosial soal curhat warga atas pelayanan Puskesmas Telaga. Ternyata ikut mendapatkan perhatian Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Gorontalo.

Dan menariknya dari investigasi Ombudsman menyebutkan adanya unsur kelalaian dalam pelayanan yang diberikan pihak puskesmas.

Informasi ini dibenarkan Asisten Pemeriksaan Laporan Ombudsman RI Provinsi Gorontalo, Azhary Fardiansyah.

Baca Juga: Besok Penjabat Bupati Gorontalo Utara dan Sekda Provinsi Gorontalo Defenitif Dilantik

Diakuinya Ombudsman telah melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang petugas jaga pada malam saat Arif Ismail mengantarkan istrinya yang merupakan pasien yang viral di sosial media di puskesmas Telaga.

“Kita juga sudah melakukan pemeriksaan cctv di puskesmas tersebut dan berdasarkan cctv tersebut Arif mengantarkan istrinya pukul 2:53 dini hari,” ungkapnya saat dikonfirmasi, kemarin.

“Kita juga sudah bertanya ke pihak puskemas jamnya itu benar dan real-time,” ungkanya menambahkan.

Baca Juga: IPM Bone Bolango Naik 71,97, Jadi Kado Manis Akhir Tahun

Lanjut kata Azhari, setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak puskesmas dan juga melihat dari rekaman cctv pihaknya berkesimpulan sementara ada potensi kelalaian.

“Untuk sementara ada potensi kelalaian,” tegasnya.

Selanjutnya Azhary, menyampaikanbelum bisa memberikan keterangan lebih terkait informasi ini sebab masih akan melakukan pemeriksaan serta menyusun hasil akhir terlebih dahulu.

“Hasil akhirnya termasuk akan ada perbaikan seperti apa untuk pihak puskesmas,” ucapnya.

Baca Juga: Viral di Medsos Suami Curhat Istri Diduga Meninggal Layanan Puskesmas Telaga

“Namun kita juga akan melihat apakah ada potensi sanksi didalamnya, sebab ini menyebabkan seseorang meninggal dunia,” tandasnya.

Sementara saat kasus ini menyeruak ke permukaan Pemkab Gorontalo melalui sejumlah intansi terkait rame-rame berikan klarifikasi.

Dihimpun dari sejumlah sumber, klarifikasi itu diantaranya disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akase yang mengaku ikut prihatin. "Apapun yang sudah terjadi ini, kami tidak pernah menginginkan hal ini," ujar Ismail saat dikonfirmasi.

Sehingga itu, pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Baca Juga: Pemkab Gorontalo Utara Pacu Peta Jalan Kesejahteraan Rakyat GPS 2035

" Tenaga kesehatan itu wajib hukumnya untuk melayani para masyarakat yang meminta pertolongan dalam segi pengobatan maupun kesehatan.

Kami tidak pernah ada niat untuk menolak terhadap pelayanan apapun. Cuman mungkin, yang terjadi malam hari itu bertepatan dengan petugas yang sedang melakukan penanganan terhadap pasien lainnya," ucapnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Telaga Dr Meliyana Panther mengaku kemungkinan soalnya waktunya yang tidak tepat. “Mungkin waktunya yang tidak tepat,” ucapnya.

Dimana menurutnya sesuai piket jaga Selasa dini hari (28/11/2023), tercatat ada 4 tenaga medis (nakes) yang berjaga. Empat nakes yang dimaksud terdiri dari 2 bidan dan 2 perawat khusus Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Telaga.

Baca Juga: DWP Boalemo Gelar Pasar Murah Peringati Hari Ibu ke-95

“Tidak benar petugas tidak ada karena di kita itu ada jadwal piket pada malam itu ada 4 petugas,” katanya.

Hanya saja, ketika korban datang, 4 petugas kemungkinan kata Meliyana, dalam kondisi sibuk. Saat korban datang bersama suaminya, petugas yang mestinya berjaga di UGD, sedang mengambil tabung oksigen di ruang belakang puskesmas.

Saat itu kata dia, ada pasien yang meminta tabung oksigen ke nakes. Saat itu bertepatan dengan suami korban, Arif Ismail datang meminta pertolongan.
Jarak tempat untuk pengambilan tabung oksigen menurut

Meliana cukup jauh dari UGD, sehingga bisa saja saat suami korban berteriak, suaranya tidak terdengar.

"Jadi pas waktu yang bersamaan, ada juga pasien dari Hulawa yang datang ke kami untuk menukarkan tabung oksigen, sehingga petugas yang berjaga di UGD itu sementara ke belakang," jelasnya.

Baca Juga: Fikrim Adam Purna Tugas Fitriani Lasantu Jabat Kadis DPM PTSP Pohuwato

Kata Meliyana, walaupun yang bersangkutan itu berteriak untuk meminta pertolongan, kemungkinan suaranya tidak terdengar sampai ke belakang.

Karenanya, petugas yang berjaga mengatakan tidak mendengar suara teriakan tersebut.
Kemungkinan, karena yang bersangkutan buru-buru maka tidak sempat bertemu dengan petugas yang berjaga saat itu.
Terkait permasalahan ini, Meliyana juga telah menanyakan ke petugas UGD yang berjaga di malam itu.

Dan petugas pun menyatakan tidak mendengarkan dan melihat adanya seorang warga yang minta pertolongan di Puskesmas Telaga.

"Saya sudah tanyakan ke mereka, dan petugas yang berjaga itu tidak sempat mendengar teriakan yang bersangkutan. Jadi, mungkin celah waktunya antara yang bersangkutan datang ke puskes dan petugas berada di belakang itu tidak bertepatan," pungkasnya. (Mg-03/Trb/gps).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #Ombudsman #telaga #istri meninggal #suami curhat #puskesmas