Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kemiskinan Turun 0,35 Persen, Capaian Provinsi Gorontalo di Usia 23 Tahun

Azis Manansang • Rabu, 6 Desember 2023 | 23:24 WIB

 

Suasana Rapat Paripurna DPRD peringatan HUT ke-23 Provinsi Gorontalo. Rapat paripurna ini dilaksanakan dengan nuansa adat Gorontalo mulai dari pakaian adat takowa hingga hiasan puade. (Foto – Nova)
Suasana Rapat Paripurna DPRD peringatan HUT ke-23 Provinsi Gorontalo. Rapat paripurna ini dilaksanakan dengan nuansa adat Gorontalo mulai dari pakaian adat takowa hingga hiasan puade. (Foto – Nova)


Gorontalopost.id,   GORONTALO – Kemiskinan Gorontalo turun 0.35 persen dimana pada posisi Maret 2023 sebesar 15,15 persen mengalami penurunan dibanding Maret 2022 sebesar 15,51 persen.

Salah satu capaian ini dipaparkan Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya pada Rapat Paripurna DPRD memperingati Hari Ulang Tahun ke-23 Provinsi Gorontalo, Selasa (5/12/2023).

Baca Juga: Independensi Disorot Warga, Projo Tegur Penjabat Bupati Boalemo

"Jika dibandingkan dengan saat angka kemiskinan Gorontalo di awal berdiri sebesar 29 persen maka selama 23 tahun mampu menurunkan sebesar 13,85 persen,” ucap Penjagub
Ismail dalam sambutannya.

Selanjutnya kata Ismail Pakaya, capaian lainnya menyangkut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2023 berada di angka 71,25 sudah jauh meningkat saat awal awal provinsi tahun 2002 yakni 64,1.

Pertumbuhan ekonomi terus membaik pasca covid-19 yang pada tahun 2022 lalu sebesar 4,04 persen dan triwulan 3 tahun 2023 mencapai 3,26 persen.

Baca Juga: Paripurna Peringatan HUT ke-23 Provinsi Gorontalo, Dihadiri Penjagub Gorontalo Pertama Tursandi Alwi

Hal lain yang patut dicermati yakni tingkat pengangguran terbuka tahun 2023 sebesar 3,06 persen atau berada pada urutan ke-5 terendah se-Indonesia. Indeks Gini mencapai 0,388 poin pada Maret 2023, turun dibandingkan Maret 2022 sebesar 0,403 poin.

“Keenam, kinerja inflasi di Provinsi Gorontalo cukup menggembirakan di mana pada bulan September 2023 mencapai 1,16 persen terendah se-Indonesia.

Dan mendapatkan penghargaan dana insentif fiskal dari pemerintah pusat. Pada akhir November mengalami kenaikan Kembali sebesar 3,22 persen namun masih tetap terkendali,” imbuhnya.

Baca Juga: Kepala BWS Gorontalo Sebut Infrastruktur Mempersatukan Bangsa

Dari semua capaian angka angka itu, yang paling terasa yakni pembangunan infrastrutkur. Sejak era gubernur definitif pertama Fadel Muhammad hingga Rusli Habibie dua periode, infrastruktur Gorontalo bergeliat sangat cepat.

Dulu di awal provinsi hingga periode tahun 2012, Gorontalo dihantui krisis listrik. Hampir setiap hari ada pemadaman listrik bergilir. Beruntung saat ini Gorontalo sudah surplus
energi dengan Pembangunan PLTU Anggrek 2×25 MW dan PLTG Paguat 100 MW.

Membaiknya energi listrik mendorong perputaran ekonomi yang semakin pesat. Pusat – pusat perbelanjaan, hotel dan tempat makan tumbuh bagai jamur di musim hujan.

Baca Juga: Ngaku Belum Dibayar, Pemilik Tanah BLK Somasi Pemprov Gorontalo

Kondisi yang bertolak belakang pada awal provinsi saat orang mencari tempat makan masih bisa dihitung dengan jari. Toko tutup di siang hari dan hari libur juga masih melekat di benak publik.

Terakhir Penjagub Ismail mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Ia menilai Gorontalo hari ini merupakan buah yang telah ditanam oleh para pendahulunya mulai dari Penjabat Gubernur Gorontalo Pertama Tursandi Alwi hingga Penjabat
Gubernur tahun 2022 Hamka Hendra Noer.(Mg-02/Kmfo).

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #HUT Provinsi #23 Tahun #Ismail Pakaya #penjabat gubernur