Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Inflasi Provinsi Gorontalo Maret Naik Dibanding Februari Lewati Prosentase Nasional

Azis Manansang • Selasa, 2 April 2024 | 00:16 WIB

Kepala BPS Provinsi Gorontalo Mukhamad Mukhanif (kanan) didampingi Sekda Proovinsi Gorontalo  saat konferensi pers di kantornya. (F:humas)
Kepala BPS Provinsi Gorontalo Mukhamad Mukhanif (kanan) didampingi Sekda Proovinsi Gorontalo saat konferensi pers di kantornya. (F:humas)


Gorontalopost,  GORONTALO - Berada diangka 4,13 persen, Inflasi Gorontalo pada Maret 2024 kembali naik dibanding Februari dianggka 3,73 persen dan lewati prosentase Nasional. 

Berdarsarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Year on Year (yoy) Provinsi Gorontalo sebesar 4,13 persen.

Inflasi Year on Year (yoy) Kota Gorontalo sebesar 2,46 persen, dan inflasi Year on Year (yoy) Kabupaten Gorontalo sebesar 5,58 persen.

Baca Juga: Enam Pria Diamankan, Saat Asyik Main Domino dengan Taruhan

Kepala BPS Provinsi Gorontalo Mukhamad Mukhanif saat konferensi pers di kantornya, Senin (1/4/2024).

Mengungkapkan, Inflasi dipicu salah satunya kenaikan harga beras.

"Komoditas penyumbang utama inflasi ini adalah beras dengan andil 0,80 %, cabai rawit 0,32%, daging ayam ras 0,17%, telur ayam ras 0,13 % dan kue basah 0,10%.

Sementara komoditas penyumbang deflasi Tomat -0,41 %, bawang merah -0,17, air kemasan -0,08 %, pisang -0,07 dan tahu mentah -0,07%," terangnya.

Baca Juga: Usai Lebaran Presiden Jokowi Dijadwalkan ke Gorontalo

Mukhanif menuturkan inflasi di Gorontalo pada Maret 2024 merupakan yang tertinggi dibandingkan inflasi Nasional 0,5 persen. Dia menyebut angka tersebut naik saat memasuki bulan suci Ramadan.

"Ini pun dengan nilai 0,81 persen ini memang agak tinggi dibandingkan Nasional yang tadi sudah dirilis 0,5 persen," katanya.

"Terkait dengan inflasi seperti yang kita tau ya, di bulan ini memasuki bulan suci Ramadan bahkan sudah menjelang hari raya akan terjadi kenaikan harga," sambungnya.

Baca Juga: Banggar Deprov Gorontalo Sambangi Dirjen Minerba Bahas Pembagian Royalti Perusahaan Tambang Daerah

Secara rinci Mukhanif menjelalskan, Inflasi y-on-y Provinsi Gorontalo terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran.

Yaitu : kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 9,26 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,50 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,16 persen.

Kemudian kelompok kesehatan sebesar 2,41 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,74 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,96 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,71 persen.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Gorontalo, Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini

Selanjutnya; kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 6,23 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,26 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,13 persen.

"Maret 2024 Provinsi Gorontalo mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,81 persen dan deflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,26 persen,"ungkap Mukhanif.(Mg-
02/BPS)

Editor : Azis Manansang
#Gorontalo #inflasi tinggi #BPS Gorontalo #nasional #Beras