Gorontalopost, GORONTALO – Pertarungan antara tokoh nasional dalam momen Pemilihan Gubernur (Pilgub) Gorontalo bakal tak terwujud, sesuai harapan Ketua DPD I Partai Golkar Rusli Habibie seperti diprediksi sejumlah pengamat.
Hal ini menyusul tak bersedianya mantan Menpora Zainudin Amali (ZA) untuk maju di Pilgub Gorontalo.
Baca Juga: Empat Kandidat Bakal Calon Gubernur Partai Golkar Disurvey Tim Independen
Dikutif dari sejumlah media daring, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Fadel Muhammad.
Menyebutkan dua tokoh nasional, Rachmat Gobel (RG) dan Zainuddin Amali ogah mengikuti kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Gorontalo 2024 mendatang.
“Saya sudah berusaha mendorong orang Gorontalo di tingkat Nasional seperti pak Rachmat Gobel dan pak Zainuddin Amali tapi kedua duanya ada urung untuk mau ke arah sana (Pilgub),” ungkap Fadel, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Bacagub Tonny Uloli Menyapa Masyarakat Blusukan di Pasar Tradisonal
Menurutnya ketika Rachmat Gobel dan Zainuddin Amali telah mengurungkan niatnya untuk ke Pilgub Gorontalo periode 2001 – 2009, akan mendorong tokoh tokoh lokal yang ada saat ini.
“Ya sudahlah kalau begitu kita ambil yang sudah ada saja dan saya lihat dinamika masyarakat juga demikian, maka kita dorong tokoh lokal yang ada sekarang,” ujar mantan Gubernur dua periode ini.
Dengan realitas tersebut tak heran jika Nasdem kini mulai mengelus Ketua Garda Pemuda Nasdem Rama Iskandar Datau sebagai calon Gubernur yang ditandai dengan deklarasi Nasdem Pohuwato dan Kota Gorontalo.
Baca Juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Backup UPPA Penemuan Bayi di Teras Rumah Gegerkan Warga Gorontalo
Namun seiring dengan dinamika yang berkembang, saat momen Ramadan bersamaan dengan kunjungan kerja Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel ke Gorontalo.
Berhembus kabar jika Nasdem ikut mencalonkan Tonny Uloli dan Roem Kono sebagai calon Gubernur bersama kandidat lainnya diantaranya pejabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya.
Kabar yang disampaikan wakil ketua DPW Rustam Akili memunculkan berbagai spekulasi dan pro kontra. Namun yang menarik spekulasi yang mengungkapkan, apakah ini sebagai upaya RG untuk menyatukan Golkar - Nasdem yang selama ini tak akur.
Baca Juga: Disparprov Gorontalo Dorong Festival Green Tumbilotohe jadi Kearifan Lokal Nusantara
Jika hal ini terjadi maka akan menjadi catatan sejarah perpolitikan Gorontalo dan menjawab aspirasi selama ini agar elit Gorontalo bersatu demi kemajuan Gorontalo.
Sementara itu kembali ke perkembangan internal Golkar, untuk Pilgub Gorontalo tahun 2024.
DPP Golkar telah merilis surat perintah kepada 5 kadernya untuk bersiap bertarung di Pilgub Gorontalo. Kelima figur tersebut adalah Idah Syahidah, Marten Taha, Syarif Mbuinga, Tonny Uloli dan Roem Kono.
Dari kelima nama tersebut, nama Tonny Uloli dan Ida Sayidah mulai dibicarakan sejumlah kalangan sebagai kandidat paling span jika akhirnya Golkar mengusung kadernya sendiri.
Baca Juga: Tumbilotohe Di Boalemo Ramah Lingkungan Dukung Pariwisata Hijau
Idah yang masih aktif sebagai anggota DPR RI meski kalah dalam perhelatan Pileg namun memiliki potensi suara signifikan sebelum Rusli Habibie ikut maju ke DPR RI.
"Kemudian Idah juga punya potensi besar karena bisa menggaet suara perempuan,maka kami sebut pasangan paling span," ungkap politisi Golkar yang enggan namanya disebutkan.
Menyangkut pasangan Tonny dan Marten, menurutnya bakal tak signifikan dengan persoalan wajah Kota Gorontalo sebagai ibukota Provinsi yang tak mengalami perubahan.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang