Gorontalopost, GORONTALO - Selain cuaca hujan, medan yang sulit menjadi hambatan dalam pencarian korban hilang di tambang Suwawa Timur, Bone Bolango, Gorontalo.
Bahkan akibat longsor dan derasnya arus sungai, sebuah jembatan penghubung ke Desa Tulabolo, sebagai desa terdekat dengan lokasi tambang pun putus.
Hingga Minggu malam 7 Juli 2024, terpantau para penambang yang berada di area tambang Suwawa Timur, memilih untuk evakuasi mandiri meninggalkan lokasi
tambang mereka, khawatir longsor susulan.
Baca Juga: Longsor Tambang Suwawa Gorontalo, Enam Tewas, Puluhan Orang Masih Tertimbun
Sementara itu untuk korban meninggal dunia, jika sebelumnya ada sekitar enam orang. Kabar terbaru mengungkapkan jika korban meninggal dunia terus bertambah menjadi 13 orang.
Sementara korban yang masih dalam pencarian, jumlahnya puluhan orang bahkan hingga seratus orang mengingat jumlah penambang mencapai ribuan orang.
"Update sekarang ini ada 20 orang yang dikabarkan hilang saat bencana longsor di tambang Suwawa Timur.
Namun mengingat jumlah penambang mencapai ribuan orang maka jumlah korbannya bisa puluhan orang bahkan ratusan orang," ungkap sumber warga di lokasi kejadian.
Baca Juga: Panda Umumkan 133 Casis Caba dan Tamtama Lulus Seleksi Polda Gorontalo
Dari data sementara sudah ada 13 korban meninggal dunia, terdapat ibu dan balita yang ditemukan tak bernyawa dengan tubuh dipenuhi lumpur.
Isak tangis pecah saat jenazah seorang balita disemayamkan di rumah duka di Desa Duano, Suwawa Tengah.
Sang ibu bernama Mei Apita warga Desa Duano, yang seharinya berjualan di dekat lokasi tambang. Dan suami korban, termasuk salah satu dari puluhan korban yang masih dinyatakan hilang.
Baca Juga: Enam Peserta Lolos Akpol Polda Gorontalo
Informasi yang berhasil diperoleh, dari puluhan korban yang dinyatakan masih hilang, ada 13 diantaranya sudah ditemukan.
10 orang termasuk ibu dan anak balita dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 4 orang lagi mengalami luka lebam hingga patah tulang, dan menunggu proses evakuasi.(Mg-02/zis).
Editor : Azis Manansang