Gorontalopost, GORONTALO – Kepolisian Polda Gorontalo gunakan helikopter angkut korban longsor tambang Suwawa Gorontalo, Selasa (9/7/2024).
Seperti halnya pada saat melakukan evakuasi tujuh orang korban, Polisi menggunakan helikopter bantuan dari Baharkam Polri.
Tujuh jenazah tersebut masing-masing Hendra Pakaya, Ferdi Tune dan Arjun Djafar asal Desa Mohiyolo Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo.
Baca Juga: Penjabat Gubernur Gorontalo Tinjau Posko Korban Longsor Suwawa Tercatat 51 Korban Hilang
Aryanto Yusuf asal Monano Gorontalo Utara; Roy Pusini dan Risno Djafar asal Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo dan satu jenazah lain yang belum berhasil diidentifikasi.
Sementara itu ada dua jenazah lainnya yang masih menunggu tim evakuasi darat tiba. Dengan demikian, sejauh ini sudah ada 20 korban meninggal dunia dalam peristiwa longsor tambang Suwawa.
Evakuasi lewat udara dilakukan mengingat sulitnya akses menuju lokasi tambang Suwawa yang berjarak sekitar 27,3 kilometer dengan berjalan kaki dari titik posko korban.
Baca Juga: Bapaslon Salahudin-Viki Prasetyo TMS Hasil Verfak KPU Pohuwato
Jenazah korban dievakuasi menggunakan tandu seadanya dari lokasi menuju posko korban yang terdiri dari tim gabungan.
Polri, TNI, SAR, BPBD hingga Dinas Kesehatan di Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.
Diberitakan sebelumnya, ada 11 korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi dari lokasi longsor tambang Suwawa Tulabolo.
Baca Juga: Kapolda Gorontalo Kerahkan Personil Pencarian Korban Longsor Suwawa Timur Bone Bolango
Mereka masing-masing Fatma Afita (40), Dewa Saputra (4), Samsiar (48), Alfian Manege (17), Lukman, Alfian Mamonto (28).
Kemudian Rahmat Nurhamidi (21), Rina Muhammad (50), Ramlah Kumuria (40) Rudin Kunye (55) dan perempuan X yang belum terindifikasi.(Mg-02/zis).
Editor : Azis Manansang