Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Azan Maghrib dan Subuh di TV, Mengapa Tidak Semua Waktu Salat Ditayangkan? Ini Sejarah dan Alasannya

Tina Mamangkey • Jumat, 6 September 2024 | 04:51 WIB
Ilustrasi mengumandangkan azan. (Dok. JawaPos.com)
Ilustrasi mengumandangkan azan. (Dok. JawaPos.com)

GORONTALOPOST - Tayangan azan di televisi Indonesia telah menjadi bagian integral dari program siaran sejak lama.

Program ini awalnya dipelopori oleh TVRI, yang memulai siaran percobaannya pada 17 Agustus 1962, dengan siaran langsung dari Istana Merdeka menggunakan saluran 5 berkekuatan 100 watt.

Menurut buku Sejarah Departemen Penerangan RI yang diterbitkan Departemen Penerangan RI pada 1986, TVRI kemudian mengadakan siaran langsung dari Stadion Olahraga Senayan Jakarta pada 24 Agustus 1962 untuk Asian Games IV, yang secara resmi menandai berdirinya TVRI sebagai lembaga penyiaran nasional.

Sejak saat itu, TVRI telah berperan penting dalam menyelenggarakan berbagai program siaran, termasuk acara keagamaan.

Dalam rangka 'nation building' dan pembentukan manusia sosialis Indonesia, TVRI memiliki fungsi menyelenggarakan pembangunan di bidang mental, spiritual, dan jasmaniah.

Fungsi ini ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 1963. Dari tahun 1962-1963, TVRI melakukan siaran rata-rata 1 atau 2 jam sehari.

Program tayangan TVRI terus berkembang, termasuk acara keagamaan Islam yang menjadi salah satu program unggulan.

Beberapa di antaranya adalah Serambi Islami, Jejak Islam, dan Satukan Shaf Indonesia.

TVRI juga menayangkan sejumlah program tambahan selama bulan Ramadan.

Sejak tahun 1980-an, TVRI mulai menyiarkan azan Maghrib sebagai bagian dari program reguler.

Pada 1999, TVRI SP Pekanbaru memulai siaran lokal perdananya dengan menayangkan azan Maghrib, yang bertepatan dengan 1 Ramadan 1419 Hijriah.

Seiring berjalannya waktu, TVRI juga mulai menyiarkan azan Subuh. Dalam program acara TVRI Nasional yang disusun Seksi Operasional Siaran LPP TVRI, tayangan azan pada Jumat, 9 November 2018, mencakup azan Subuh pukul 04.06-04.09 dan azan Maghrib pukul 17.50-17.54.

Hingga saat ini, tayangan azan Maghrib dan Subuh masih disiarkan di banyak TV nasional, dengan azan Subuh umumnya menjadi program khusus selama Ramadan, sementara azan Maghrib biasa disiarkan pada hari-hari biasa.

Mengapa Hanya Azan Maghrib dan Subuh yang Disiarkan?

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Dakwah dan Komunikasi: ORASI Vol 9 edisi Juli 2018 berjudul Pengaruh Tayangan Adzan Maghrib terhadap Ketepatan Waktu Sholat terhadap Ibu-ibu Masyarakat Dukuh Bojong Desa Kalibuntu Kec Losari Kab Brebes yang ditulis oleh Sri Mega Dimiyati dan Abdul Basith, ada beberapa faktor yang membuat televisi hanya menayangkan azan Maghrib dan Subuh, sementara tiga waktu salat lainnya tidak disiarkan.

Penelitian ini menyebutkan bahwa kedua waktu salat ini memiliki durasi yang relatif singkat, sehingga lebih praktis untuk disiarkan.

Selain itu, untuk meminimalisir pemotongan waktu tayang, hanya dua azan salat saja yang ditayangkan di TV.

Tayangan azan di TV tidak hanya berfungsi sebagai pengingat waktu salat.

Dalam perkembangannya, tayangan azan dikemas dalam bentuk visualisasi film yang menarik.

Setiap stasiun TV memiliki cara tersendiri dalam mengemas tayangan ini, seperti menampilkan arsitektur masjid-masjid di Indonesia atau menggambarkan semangat ibadah umat Islam dari berbagai kalangan.

Nilai-nilai dalam Tayangan Azan

Konsep tayangan azan ini telah banyak dikaji oleh para peneliti, yang umumnya menggunakan analisis semiotika Roland Barthes.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan azan mengandung nilai-nilai keislaman yang mendalam, termasuk nilai-nilai akhlak.

Tayangan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat waktu salat tetapi juga sebagai media untuk menyebarluaskan pesan-pesan keislaman dan membangun semangat ibadah di kalangan umat Islam.

Secara keseluruhan, tayangan azan di TV tidak hanya sekadar rutinitas penyiaran, tetapi juga merupakan bagian dari strategi untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Dengan berbagai konsep penyajian yang menarik dan penuh makna, tayangan azan tetap menjadi salah satu program TV yang memiliki dampak signifikan bagi pemirsa. (mpd)

Editor : Tina Mamangkey
#Sejarah #Tayangan #tvri #alasannya #Azan Maghrib dan Subuh di TV