Gorontalopost, GORONTALO - Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Marten Taha dipecat dari jabatannya oleh DPD I Partai Golkar.
Pemberhentian ini disampaikan DPD I Partai Golkar dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor DPD I Partai Golkar, Minggu (08/09/2024).
Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, didampingi Thomas Mopili, Fikram Salilama dan Marwan Ngiu.
Baca Juga: Marten Taha Resmi Gantikan Rustam Akili Dampingi Tonny Uloli di Pilgub Gorontalo
Mengungkapkan keputusan itu dihasilkan melalui rapat pleno pengurus harian DPD I Partai Golkar.
Didalamnya membahas beberapa hal penting salah satunya dinamika politik yang berkembang di Kota Gorontalo.
Yakni Marten Taha sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo yang maju mencalonkan diri sebagai bapaslon Wakil Gubernur Gorontalo.
"Karena Marten tak lagi sejalan dengan keputusan yang dilahirkan oleh Partai Golkar pada Pilkada tahun 2024.
Sehingga untuk dirinya diberhentikan dan untuk mengisi kekosongan diganti oleh Fikram Salilama sebagai Plt Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo,"ungkapnya.
Baca Juga: KPU Bonebol Nyatakan Berkas Adminitrasi Paslon AMIN Lengkap, IRIS Butuh Perbaikan
Lebih lanjut Ghalib menjelaskan, sebagai senior di Golkar, tentunya Marten mengerti konsekuensi yang akan diterima jika tidak lagi sejalan dengan kebijakan partai.
"Sampai dengan pleno selesai dilaksanakan, Marten tidak memasukkan surat pernyataan pengunduran diri.
Sehingga langsung diberhentikan oleh Partai Golkar dari jabatannya. Tidak mengundurkan diri, tetapi diberhentikan,"tegasnya.
Kemudian Ghalib mengungkapkan, kejadian ini merupakan sejarah yang sebenarnya telah berulang yang sudah pernah terjadi.
Seperti di tahun 2011 ketika sejumlah kader tidak mendukung pencalonan Rusli Habibie sebagai Gubernur.
Baca Juga: Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RSAS, Paslon Ilomata Nyatakan Siap Berkompetisi
"Beliau ketika menjadi Wakil Ketua OKK pernah memecat dan memberhentikan kader-kader Partai Golkar.
Yang dianggap membangkang terhadap kebijakan dan keputusan politik yang telah diambil oleh Partai Golkar.
Sehingga itu hal ini menurut saya ini dapat dipahami oleh beliau sebagai kader senior Partai Golkar,"tandasnya.
Bahkan dalam berita acara klarifikasi yang ditandatangani, Marten Taha siap menerima segala konsekuensi yang akan diberikan partai Golkar.
Baca Juga: Empat Bapaslon Pilwako Lolos Kesehatan KPU Kota Gorontalo Nyatakan Administrasi BMS
Disinggung apakah pemecatan itu termasuk keanggotaan sebagai anggota Golkar. Ghalieb,yang akan dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo ini menjawab.
"Untuk saat ini baru penegakan disiplin yakni pemberhentian dari jabatan sebagai Ketua Golkar Kota Gorontalo," ucapnya.
Soal pemecatan itu nanti tahapan selanjutnya, karena harus melalui berbagai prosedur lainnya.
"Ada dua step. yang pertama adalah pemberhentian dari jabatan, tahapan kedua penghentian dari keanggotaan organisasi, " pungkasnya. (Mg-02).
Editor : Azis Manansang