Gorontalopost, GORONTALO – Demo gabungan mahasiswa yang mewarnai pelantikan DPRD Provinsi Gorontalo nyaris ricuh, Senin (09/09/2024).
Kondisi ini terjadi saat keiginan peserta aksi demo yang ingin masuk ke gedung DPRD Provinsi guna menggelar sidang rakyat tak mendapatkan repson.
Para mahasiswa kemudian berusaha paksa masuk dengan menerobos blokade aparat kepolisian. Namun karena penjagaan yang ketat mahasiswa kemudian memilih membakar ban.
Baca Juga: 44 Anggota Deprov Gorontalo Resmi Dilantik, Kursi Terbanyak Diraih Partai Golkar
Selanjutnya aparat kepolisian berusaha memadamkan api, aksi ini membuat kedua pihak saling bersitegang.
Beruntung kedua pihak tidak terpancing, sehingga tidak terjadi insiden yang membawa kerugian maupun korban.
Tak berapa lama kemudian upaya negosiasi berhasil dilakukan dimotori dua Aleg Ghalib Lahidjun dan Umar Karim yang menemui massa aksi.
Akhirnya Deprov memenuhi keinginan para mahasiswa untuk menggelar sidang rakyat di ruangan DPRD.
Baca Juga: Ketua KPU Kabgor Roy Hamrain Sah Gantikan Mantan Ketua KPU Provinsi Fadli Koem
Sementara itu dari aspirasi yang disuarakan mahasiswa, sejumlah isu disampaikan saat melakukan orasi di halaman maupun saat menggelar sidang rakyat.
Sejumlah isu kemudian didiskusikan, dari persoalan harga jagung yang anjlok, isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Terkait pertambangan hingga pekerjaan-pekerjaan pembangunan insfratruktur yang tak selesai sampai saat ini di Provinsi Gorontalo.
Lima anggota DPRD terpilih yang menyambut serta berdiskusi langsung dengan masa aksi diantaranya, Umar Karim dari Fraksi Partai NasDem.
Kemudian Ghalieb Lahidjun dari Fraksi Partai Golkar, Djoni Dalango dari Fraksi Partai NasDem, Limonu Hippy, dan Sitti Nur Ain Sompie.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang