Gorontalopost, GORONTALO — Provinsi Gorontalo bersiap menyambut dua landmark baru yang diproyeksikan menjadi ikon kebanggaan daerah, yakni kawasan Islamic Center Gorontalo dan flyover Simpang Lima Telaga.
Baca Juga: DPRD Gorontalo Siap Kawal Perubahan KUA-PPAS 2025, Prioritas untuk Kebutuhan Rakyat
Keduanya masuk dalam daftar proyek strategis yang tengah digodok dalam perubahan kebijakan anggaran Pemprov tahun ini.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengungkapkan hal ini dalam Rapat Paripurna ke-32 DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (14/7/2025).
Saat menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2025.
“Pembangunan dua ikon ini bukan sekadar proyek fisik, tapi juga representasi arah pembangunan Gorontalo ke depan: religius, modern, dan terintegrasi,” ujar Gusnar dalam forum resmi tersebut.
Dalam dokumen KUA-PPAS Perubahan 2025, Pemprov juga mengalokasikan dana untuk penyusunan studi kelayakan dan dokumen teknis sejumlah proyek 2026.
Termasuk desain rinci untuk rehabilitasi SMA Pinogu dan SMA Tilongkabila, serta blueprint pertambangan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan hidup.
“Kita mulai tanam fondasi untuk RPJMD. Meski pelaksanaan utamanya direncanakan tahun depan.
Tetapi kita harus mulai dari sekarang,” jelas Gusnar, menandaskan pentingnya perencanaan sejak dini.
Sementara itu, dari sisi keuangan daerah, postur anggaran 2025 mengalami penyesuaian.
Pendapatan turun dari Rp1,75 triliun menjadi Rp1,67 triliun, dan belanja juga menurun dari Rp 1,80 triliun menjadi Rp1,75 triliun, menghasilkan defisit sebesar Rp77,65 miliar.
Namun di tengah penurunan tersebut, realisasi anggaran Pemprov Gorontalo justru mencatatkan hasil positif.
Per 14 Juli 2025, pendapatan daerah telah mencapai 50,89 persen (masuk zona hijau nasional).
Dan belanja mencapai 44,38 persen, menempatkan Gorontalo di posisi ke-8 secara nasional.
“Kita patut bersyukur atas capaian ini. Semoga tren positif ini terus terjaga hingga akhir tahun,” tutup Gusnar, penuh optimisme. (Mg-02).
Editor : Azis Manansang