Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Bentrokan di Depan Mapolres Pohuwato, Satu Massa HMI Alami Luka Bakar Usai Aksi Protes Lingkungan

Azis Manansang • Selasa, 22 Juli 2025 | 13:53 WIB

 

Suasana saat aksi demo HMI di Polres Pohuwato protes soal lingkungan (F:ist)
Suasana saat aksi demo HMI di Polres Pohuwato protes soal lingkungan (F:ist)

Gorontalopost, MARISA – Aksi damai yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pohuwato di depan Mapolres Pohuwato, Senin (21/7/2025).

Berubah ricuh setelah terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Dalam insiden ini, satu orang mahasiswa mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga: Komisi II DPRD Gorontalo Soroti KUA-PPAS 2025, Fokuskan Anggaran untuk UMKM, Pertanian, dan Ekonomi Rakyat

Dihimpun dari sejumlah sumber, awalnya, massa HMI turun ke jalan untuk menyuarakan keprihatinan atas kondisi kerusakan lingkungan di Kabupaten Pohuwato yang dinilai semakin parah.

Namun, tidak satu pun pejabat dari Polres Pohuwato keluar menemui massa, meskipun aksi dilakukan tepat di depan markas.

Situasi mulai memanas ketika peserta aksi membakar ban sebagai bentuk protes. Api yang berkobar rupanya memicu reaksi keras dari aparat kepolisian yang berjaga.

Seorang petugas dengan pakaian sipil diketahui menendang ban yang terbakar.

Dan secara tidak sengaja mengenai peserta aksi, menyebabkan Moh. Wahyu, salah satu kader HMI, mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.

Baca Juga: Berkedok Developer, Karyawan Swasta Diringkus di Inobonto Tipu Warga Gorontalo Proyek Perumahan Fiktif

Korban langsung dilarikan ke RSUD Bumi Panua untuk mendapatkan penanganan medis.

Ketua HMI Cabang Pohuwato, Dikiyanto Oto, mengecam keras tindakan represif aparat yang dinilai tidak manusiawi.

“Apa yang dilakukan oknum Polisi itu tidak mencerminkan semangat demokrasi.

Kami menuntut agar Kapolres mencopot yang bersangkutan,” tegas Dikiyanto saat ditemui di RSUD.

Ia menyebut tindakan tersebut telah mencoreng wajah kepolisian dan mencederai nilai-nilai hukum serta kebebasan berekspresi di ruang publik.

“Kami datang menyampaikan aspirasi, bukan untuk direspons dengan kekerasan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Pohuwato AKBP H. Busroni, saat dikonfirmasi, memberikan tanggapan singkat.

Ia menyebut bahwa baik petugas maupun mahasiswa saat itu sama-sama mencoba memadamkan api karena dinilai membahayakan bangunan di sekitar Mapolres.

Baca Juga: DPRD Gorontalo Sahkan RPJMD 2025–2029, Jadi Arah Baru Pembangunan 5 Tahun ke Depan

“Itu tindakan spontan untuk menghindari bahaya lebih besar, karena api berada di area rawan,” kata Kapolres.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai langkah hukum atau sanksi yang akan diberikan terhadap oknum aparat yang terlibat dalam insiden tersebut.(Mg-08).

Editor : Azis Manansang
#MAHASISWA #Gorontalo #Polres Pohuwato #kekerasan aparat #aksi demonstrasi #Mapolres #BENTROKAN #protes mahasiswa #HMI #Lingkungan #Aparat