Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

RH Tak Direstui Bahlil, Idah Syahidah Jadi Perempuan Pertama Pimpin Golkar Gorontalo

Azis Manansang • Senin, 28 Juli 2025 | 02:49 WIB

 

Idah Syahidah Rusli Habibie t erpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo untuk periode 2025–2030.(F:GP)
Idah Syahidah Rusli Habibie t erpilih sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo untuk periode 2025–2030.(F:GP)

Gorontalopost, GORONTALO – Setelah melewati proses Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI yang berlangsung penuh ketegangan dan dihiasi beberapa kali skorsing, Partai Golkar Provinsi Gorontalo akhirnya mencetak sejarah baru.

Baca Juga: Pani Gold Project Buka Peluang Karier Lewat Magang, Anak Muda Pohuwato Siap jadi Generasi Emas di Dunia Kerja

Bertempat di Hulondalo Ballroom, Minggu (27/7/2025), Musda tersebut resmi menetapkan Idah Syahidah Rusli Habibie sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo untuk periode 2025–2030.

Penetapan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya, Golkar Gorontalo dipimpin oleh seorang perempuan.

Menariknya, Idah yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Gorontalo mendapatkan kepercayaan sebagai calon tunggal.

Skenario ini mengejutkan banyak pihak, mengingat sebelumnya semua Ketua DPD II se-Gorontalo secara solid mengusung kembali Rusli Habibie sebagai ketua.

Namun, situasi berbalik ketika melalui perwakilannya, Thomas Mopili, Rusli menyatakan tidak akan maju lagi dalam bursa pencalonan.

Keputusan itu disebut-sebut berkaitan erat dengan absennya diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Yang sebelumnya telah menegaskan bahwa dirinya belum mengeluarkan diskresi apapun untuk Musda di daerah manapun.

Baca Juga: Bahlil Target Tambah Kursi DPR RI dari Gorontalo, Puji Kepemimpinan Airlangga

“Selama saya keliling buka Musda di berbagai daerah, saya belum pernah keluarkan diskresi,” tegas Bahlil saat menyampaikan sambutan dan menjawab pertanyaan media.

Langkah mundur Rusli membuka jalan mulus bagi Idah Syahidah untuk naik ke puncak pimpinan partai berlambang pohon beringin itu.

Musda pun akhirnya ditutup dengan penetapan Idah sebagai ketua tanpa voting.

Penetapan ini disambut hangat kader Golkar, sekaligus menjadi penanda transformasi internal partai menuju inklusivitas dan regenerasi. (Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#bahlil lahadalia #Sejarah #perempuan pertama #Idah Syahidah #ketua dpd golkar #Rusli habibie #PARTAI GOLKAR #Golkar #Musda Golkar 2025 #Golkar Gorontalo