Gorontalopost, GORONTALO – Suasana Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, mendadak gempar.
Setelah warga menemukan sesosok mayat laki-laki yang terapung di Sungai Bone, Rabu (1/10/2025) sekitar pukul 13.25 WITA.
Baca Juga: DPRD Provinsi Gorontalo Umumkan Perubahan Agenda Kerja Masa Persidangan Pertama 2025–2026
Penemuan itu sontak mengundang perhatian masyarakat karena lokasinya berdekatan dengan area tambang Galian C.
Kabar penemuan mayat tersebut pertama kali disampaikan oleh seorang warga.
Bernama Udin Rahmati melalui pesan WhatsApp kepada Bhabinkamtibmas setempat, Brigadir Sukrianto Tangahu.
Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Kabila bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Bone Bolango langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Saat tiba, mereka mendapati jenazah dalam kondisi tengkurap dan mengapung di pinggiran sungai.
Identitas korban kemudian terungkap, yakni Anwar Yasin (67), warga Desa Luwohu, Kecamatan Botupingge, Bone Bolango.
Seorang saksi mata, Frans Wirawan, yang berprofesi sebagai sopir pengangkut pasir, mengaku tak sengaja melihat tubuh korban saat hendak menuju pondok rekannya.
“Awalnya saya kira karung hanyut, ternyata tubuh manusia. Saya langsung memberi tahu rekan-rekan penambang,” ujarnya.
Petugas kepolisian segera memasang garis polisi, melakukan evakuasi jenazah ke kantong mayat.
Dan membawa tubuh korban ke RSUD Toto Kabila sekitar pukul 14.50 WITA menggunakan mobil jenazah.
Proses identifikasi dilakukan tim Inafis untuk memastikan penyebab kematian.
Lokasi penemuan yang berdekatan dengan tambang CV Limo Pandawa pun menambah sorotan warga.
Meski pihak kepolisian menyarankan autopsi, keluarga korban memilih menolak dengan membuat surat resmi.
“Kami ikhlas, tidak usah diautopsi,” ujar Frandy Yasin (36), anak kandung korban.
Menjelang malam, jenazah masih berada di ruang pemulasaran RSUD Toto Kabila untuk persiapan pemakaman di rumah duka. (Mg-05).
Editor : Azis Manansang