Gorontalopost, GORONTALO — Suasana di halaman Kantor Gubernur Gorontalo mendadak bergemuruh, Rabu (8/10/2025).
Sekitar 500 massa dari Gerakan Rakyat Boalemo Bangkit Melawan (Gerak-BOM) datang berkonvoi menggunakan puluhan mobil pikap.
Baca Juga: DPRD Gorontalo Dukung Polri Perkuat Ketahanan Pangan, Lewat Gerakan Tanam Jagung Serentak
Dan satu tronton besar yang dihiasi spanduk bertuliskan tegas: “Tangkap dan Adili Petinggi PT PG Gorontalo!”
Aksi ini menjadi puncak amarah rakyat Boalemo terhadap dugaan praktik kejahatan lingkungan dan perampasan lahan yang menyeret nama PT PG Gorontalo.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan Gerak-BOM, Hamzah Kaiko, SH, menuding perusahaan tersebut telah lama melakukan tindakan di luar batas kemanusiaan.
Ia menuturkan, sejak 2016, lebih dari seratus sapi milik warga ditemukan mati diracun di sekitar area perkebunan tebu milik perusahaan.
“Ini bukan sekadar pelanggaran, tapi bentuk penjajahan baru atas nama investasi. Rakyat dirugikan, lingkungan dihancurkan,” serunya lantang dari atas mobil komando.
Hamzah juga menyoroti dugaan pengambilalihan lahan warga secara sepihak tanpa adanya proses ganti rugi yang jelas.
Ia bahkan mengungkap temuan lapangan berupa tanaman karet tumbuh di dalam area perkebunan tebu perusahaan, yang menimbulkan kecurigaan adanya penyimpangan penggunaan lahan.
“Kalau benar kebun tebu, kenapa ada karet tumbuh di sana? Ada indikasi permainan yang harus dibongkar tuntas,” tegasnya.
Menurut massa, dampak dari aktivitas perusahaan bukan hanya soal pencemaran, tapi juga menghancurkan sumber penghidupan warga yang bergantung pada pertanian dan
peternakan.
Mereka menduga peracunan sapi dilakukan secara sistematis, bahkan sempat direkam sebagai bukti internal perusahaan.
“Bagi petani dan peternak kecil, sapi itu harta. Ketika ternak mereka mati, yang mati bukan cuma hewan, tapi harapan hidup,” tutur Hamzah penuh emosi.
Aksi yang berlangsung damai namun tegang itu diakhiri dengan penyerahan tuntutan resmi Gerak-BOM kepada Gubernur Gorontalo, Kapolda, dan Kejati Gorontalo serta BPN.
Baca Juga: Jelang Dua Event Nasional, Komisi III DPRD Gorontalo Desak Percepatan Perbaikan Jalan
Massa mendesak adanya penyelidikan menyeluruh terhadap PT PG Gorontalo, serta meminta agar.
Aktivitas perusahaan dihentikan sementara hingga hasil investigasi diumumkan secara transparan.
Aparat kepolisian tampak siaga menjaga situasi agar tetap kondusif di tengah lautan massa yang meneriakkan yel-yel: “Tangkap dan Adili Petinggi PT PG Gorontalo”(Hen/Mg-02)
Editor : Azis Manansang