Gorontalopost,GORONTALO - Gorontalo kembali diguncang isu serius terkait kematian misterius ratusan ekor sapi milik warga Paguyaman.
Kasus ini kini resmi menjadi sorotan hukum setelah warga bersama massa Gerakan Rakyat Boalemo Bangkit Melawan (Gerak-BOM) mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo, Rabu (8/10/2025).
Mereka menuntut agar aparat penegak hukum segera mengusut dugaan peracunan hewan ternak yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas perusahaan di sekitar lahan tebu.
Di hadapan massa aksi, perwakilan Kejati Gorontalo yang diwakili oleh Plt. Asisten Pengawasan, Mulyadi, menegaskan komitmen pihaknya untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.
“Kami membuka ruang bagi siapa pun yang memiliki data atau bukti.
Jika memang ada indikasi pelanggaran hukum, tentu akan kami proses sesuai prosedur,” tegasnya di hadapan demonstran.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Gerak-BOM, Hamzah Kaiko, menantang Kejati untuk menunjukkan keseriusannya.
Ia memastikan laporan resmi akan diserahkan segera dengan harapan penegakan hukum tak berjalan lambat.
“Kami ingin melihat bukti nyata bahwa hukum masih berpihak pada rakyat kecil.
Jangan biarkan kasus ini menguap tanpa kejelasan,” ungkapnya dengan nada tegas.
Aksi massa yang datang menggunakan konvoi sekitar 30 mobil pickup dan satu truk besar berlangsung panas namun tertib.
Di antara kendaraan mereka, terpampang spanduk besar bertuliskan “Tangkap dan Adili Petinggi PT PG Gorontalo”.
Baca Juga: Komisi II DPRD Gorontalo Kawal 1.000 Rumah Nelayan, KKP Pastikan Gorontalo Masuk Tahap Pertama
Para demonstran juga menuding adanya praktik penyerobotan lahan.
Dan dugaan peracunan ternak yang telah menewaskan lebih dari seratus lima puluh ekor sapi sejak tahun 2016.
Dalam orasinya, Hamzah kembali menyoroti ketimpangan antara kepentingan investasi dan nasib rakyat kecil.
“Ini bukan sekadar konflik tanah atau ternak mati, ini tentang keadilan.
Kalau investasi hanya membawa penderitaan bagi warga, maka itu bukan pembangunan.
Melainkan bentuk penjajahan baru,” serunya dari atas mobil komando disambut teriakan solidaritas massa.(hen/Mg-02).
Editor : Azis Manansang