Gorontalopost, GORONTALO – Suasana duka menyelimuti kawasan tambang emas ilegal di Desa Tulabolo, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.
Seorang penambang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah dan batu dari lubang galian yang tiba-tiba ambruk saat aktivitas penambangan berlangsung.
Korban bernama Ferliyanto Antule (26), warga Desa Sogitia. Ia diketahui sedang bekerja bersama sejumlah penambang lainnya di lokasi PETI Tibor 17 ketika musibah itu terjadi.
Aktivitas yang awalnya berjalan normal berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik.
Saksi mata di lokasi mengungkapkan bahwa korban masuk ke dalam lubang tambang sejak pagi untuk mencari material emas.
Saat pekerjaan berlangsung, struktur tanah di sekitar lubang diduga tidak mampu menahan beban sehingga terjadi runtuhan besar yang langsung menimbun korban.
Mendengar teriakan dari dalam lubang, para penambang bergegas memberikan pertolongan.
Dengan peralatan seadanya, mereka menggali timbunan tanah secara manual. Upaya penyelamatan berlangsung penuh ketegangan,
namun saat korban berhasil ditemukan, kondisinya sudah tidak bernyawa.
Evakuasi jenazah berlangsung dramatis karena akses menuju lokasi tambang cukup sulit. Tubuh korban ditandu secara bergantian
melewati jalur perbukitan sebelum akhirnya tiba di pemukiman warga dan dibawa ke rumah duka.
Tragedi ini kembali menambah daftar panjang kecelakaan maut di kawasan pertambangan emas tanpa izin di Bone Bolango.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang