Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Mulai 10 Juni, Harga Pertamax dan BP Ultimate Resmi Naik

Nur Fadilah • Rabu, 10 Juni 2026 | 10:15 WIB
Petugas mengisi BBM pengendara motor di SPBU BP, Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Petugas mengisi BBM pengendara motor di SPBU BP, Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar

 
GORONTALOPOST
-Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali terjadi. Mulai 10 Juni 2026, sejumlah produk BBM dari Pertamina dan BP Indonesia mengalami penyesuaian harga yang cukup signifikan, terutama untuk jenis bensin beroktan tinggi yang banyak digunakan kendaraan pribadi.

SPBU BP Indonesia menjadi salah satu yang lebih dulu mengumumkan kenaikan harga. Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi BP Indonesia, harga BP 92 yang sejak Maret 2026 berada di level Rp12.390 per liter kini melonjak menjadi Rp16.670 per liter.

Tidak hanya BP 92, produk bensin premium mereka, BP Ultimate, juga mengalami kenaikan dari Rp12.930 menjadi Rp17.240 per liter. Sementara itu, untuk jenis solar BP Ultimate Diesel, harga masih bertahan di angka Rp25.060 per liter dan belum mengalami perubahan sejak awal Juni.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) juga melakukan penyesuaian harga untuk produk BBM non-subsidi andalannya. Mulai 10 Juni, Pertamax (RON 92) yang sebelumnya dijual Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Green 95 mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Meski demikian, Pertamina memastikan tidak seluruh produk BBM non-subsidi mengalami kenaikan. Untuk wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo (RON 98) masih bertahan di Rp20.750 per liter. Begitu pula dengan Dexlite yang tetap dijual Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex di angka Rp24.800 per liter.

Kabar yang sedikit melegakan datang dari BBM bersubsidi. Pemerintah dan Pertamina masih mempertahankan harga Pertalite di level Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tetap dijual Rp6.800 per liter.

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini diperkirakan akan berdampak pada biaya operasional masyarakat, khususnya pengguna kendaraan yang mengandalkan bahan bakar beroktan tinggi.

Di tengah tren harga energi global yang terus berfluktuasi, masyarakat kini dihadapkan pada pilihan untuk menyesuaikan pola konsumsi bahan bakar agar pengeluaran tetap terkendali.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#SPBU Bp #Harga Bp 92 #harga bbm naik