Gorontalopost, GORONTALO – Kehadiran Gubernur Maluku, Sherly Tjoanda, pada puncak pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) 2026
menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan masyarakat Gorontalo dalam beberapa hari terakhir.
Pasalnya, beredar kabar bahwa Sherly tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut.
Informasi itu kemudian berkembang luas di media sosial dan memunculkan beragam respons dari masyarakat,
terutama para penggemar yang berharap bisa bertemu langsung dengan sosok pemimpin perempuan tersebut.
Kabar batalnya kehadiran Sherly juga sempat mendapat perhatian dari Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, yang menginformasikan kondisi tersebut melalui media sosial.
Reaksi publik pun bermunculan. Sebagian masyarakat mengaku kecewa karena telah menunggu kedatangan Sherly Tjoanda ke Gorontalo.
Namun tidak sedikit pula netizen yang menilai kehadiran sejumlah tokoh daerah lainnya tetap menjadi daya tarik tersendiri dalam pelaksanaan PENAS 2026.
Menjawab berbagai pertanyaan masyarakat, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kominfo menjelaskan
bahwa kendala yang dihadapi bukan karena pembatalan agenda, melainkan keterlambatan perjalanan dari Papua menuju Jakarta.
"Untuk tiketnya dari Jakarta sudah ada namun tiketnya dari Papua ke Jakarta yang membuatnya terlambat," ungkap pejabat Kominfo Gorontalo.
Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan bahwa peluang kehadiran Sherly Tjoanda di Gorontalo masih terbuka lebar. Bahkan sejumlah anggota rombongannya telah lebih dahulu tiba di daerah ini.
"Kemungkinan Gubernur akan hadir, tunggu informasi selanjutnya," ungkap sumber lain meyakinkan.
Kepastian kehadiran Sherly Tjoanda pun menjadi kabar yang disambut positif oleh masyarakat yang sejak awal menantikan kedatangannya pada salah satu agenda nasional terbesar yang digelar di Gorontalo tahun ini.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang