Gorontalopost, GORONTALO – Ribuan petani dan nelayan yang memadati Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, menjadi saksi optimisme besar yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026, Presiden menegaskan bahwa Indonesia kini berada di jalur yang tepat menuju kemandirian pangan dan energi.
Di hadapan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, Prabowo
menyampaikan bahwa berbagai program pembenahan yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata.
Menurutnya, cita-cita besar yang selama ini diperjuangkan tidak lagi sebatas rencana, melainkan sudah terlihat dalam kehidupan masyarakat.
“Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata, nyata, yaitu swasembada pangan,” ujar Kepala Negara.
Presiden mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran penting tentang arti kemandirian pangan.
Saat dunia dilanda krisis, negara-negara penghasil pangan memilih mengutamakan
kebutuhan rakyatnya sehingga pasokan global menjadi terbatas.
Karena itu, Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain untuk memenuhi
kebutuhan dasar masyarakatnya.
“Sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan nyata yaitu
swasembada pangan,” tegas Presiden Prabowo.
Menurut Prabowo, keberhasilan sektor pertanian nasional kini mulai mendapat perhatian dunia internasional.
Indonesia bahkan telah mencatat surplus sejumlah komoditas strategis, termasuk pupuk, yang membuat beberapa negara mulai melirik Indonesia sebagai pemasok kebutuhan mereka.
“Alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor, kita sekarang bantu negara-negara lain.
Saya ditelepon Perdana Menteri Australia, beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk, dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka.
Saya bilang, jual, kirim ke mereka. Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita. Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita. Silakan, asal harganya benar,” ungkap Prabowo.
Tak hanya sektor pangan, pemerintah juga menargetkan kemandirian energi nasional.
Salah satu langkah besar yang akan segera dilakukan adalah peluncuran bahan bakar B50 yang berbahan dasar campuran biodiesel sawit dan solar.
“Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari
kelapa sawit 50 persen.
Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri, dan kita akan
menghemat banyak sekali.
Saya perkirakan 3 tahun lagi, maksimal 4 tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apapun untuk BBM kita, untuk energi kita,” imbuh Presiden Prabowo.
Menutup sambutannya, Presiden menyampaikan penghargaan kepada seluruh elemen bangsa yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan.
Ia menegaskan bahwa persatuan menjadi kunci utama menuju Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera.
“Terima kasih semoga Allah SWT, Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Kuasa, selalu
melindungi petani dan nelayan kita di mana pun saudara lagi berjuang,” pungkas Presiden Prabowo.(Mg-02).