Gorontalopost, KOTAMOBAGU – Sirkuit nonpermanen Kelurahan Upai, Kecamatan
Kotamobagu Utara, yang semula dipenuhi sorak-sorai penonton balap berubah menjadi lokasi tragedi berdarah.
Sebuah mobil balap kehilangan kendali setelah melintasi garis finis dan menghantam sejumlah penonton.
Delapan orang kini dilaporkan meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka berat dalam kecelakaan yang terjadi pada ajang drag race dan drag bike, Minggu (9/8/2026) sore.
Baca Juga: Lansia 67 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Jumlah korban tewas terus bertambah dalam hitungan jam. Sebelumnya, lima orang
dilaporkan meninggal dunia dengan 10 korban lainnya mengalami luka berat.
Sekitar pukul 21.00 WITA, dua korban kembali dinyatakan meninggal dunia.
Tragedi semakin memilukan pada Senin dini hari ketika seorang korban yang sebelumnya mengalami luka berat mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUD Monompia Kotamobagu.
Dengan tambahan tersebut, total sementara korban meninggal dunia mencapai delapan orang.
Korban meninggal yang telah teridentifikasi masing-masing
Harianti Mokoginta asal Bilalang III Utara,
Lisma Mokoginta asal Bilalang Utara,
Ali Ponamon asal Pontodon Induk,
Risna Longkun asal Bilalang Baru,
Biyo Mokoagow asal Bilalang III,
Rugaina Manangin asal Bilalang IV,
Nilawati Mokodongan asal Pontodon Induk, dan
Ali Jojang asal Bilalang IV.
Sementara delapan korban yang dilaporkan mengalami luka berat yakni
Baca Juga: Perkuat UMKM Perikanan, Pemkab Gorontalo Salurkan Coolbox untuk 119 Penerima di 13 Kecamatan
Johar Mokoginta asal Pontodon,
Rina Longkun asal Bilalang Baru,
Hadi Toisi asal Pangian Tengah,
Murdani Pobela asal Bilalang Baru,
Muxin Dondo asal Pontodon Timur,
Arhan Mokoginta asal Bilalang III,
Rapiska Mokodongan asal Genggulang, serta
Enjelia Lito asal Bilalang III.
Data tersebut masih merupakan informasi sementara dan masih menunggu pendataan serta konfirmasi resmi aparat berwenang.
Adapun tragedi bermula ketika pebalap dari tim Pangeran 05 McJoe, Tian Ngantung, turun di kelas Free For All (FFA) dengan mengendarai Honda Jazz.
Mobil tersebut awalnya melaju kencang menuju garis finis. Namun, setelah melewati garis akhir, kendaraan memasuki area pengereman sepanjang kurang lebih 100 meter.
Di titik itulah situasi berubah menjadi petaka.
Mobil mengalami crash, tergelincir dan keluar dari lintasan. Kendaraan kemudian
meluncur ke arah sisi arena yang dipenuhi penonton.
Dalam sekejap, pesta balap berubah menjadi kepanikan.
Sejumlah penonton yang berada di sekitar ujung garis finis tak sempat menghindar ketika mobil balap menghantam mereka.
Baca Juga: Baru 37 Desa Punya Peta Batas, Bone Bolango Percepat Penataan 128 Wilayah
Benturan tersebut menyebabkan sejumlah orang menjadi korban. Beberapa korban
langsung mendapat pertolongan dan dilarikan untuk menjalani penanganan medis.
Namun, kondisi sejumlah korban ternyata sangat parah. Korban meninggal dunia terus bertambah hingga jumlahnya mencapai delapan orang.
Kecelakaan tersebut terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya tergelincir, kehilangan kendali dan menghantam penonton setelah melewati garis finis.
Hingga Senin (10/8/2026), aparat berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun faktor pasti yang menyebabkan mobil kehilangan kendali.
Jumlah korban juga masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta perkembangan kondisi para korban yang masih menjalani perawatan.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang