Gorontalopost, MARISA – Kabar duka datang dari kawasan tambang emas ilegal di
Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Lima orang meninggal dunia setelah longsor menerjang lokasi pertambangan di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Rabu sore (12/8/2026) .
Tragedi tersebut menyita perhatian setelah sejumlah informasi mengenai korban tertimbun mulai beredar luas di media sosial pada Rabu malam.
Kondisi lokasi yang gelap dan berlumpur membuat proses evakuasi berlangsung dalam situasi sulit.
Foto-foto yang beredar menunjukkan proses evakuasi korban. Sejumlah jasad terlihat telah dibungkus menggunakan karung dan dipikul menggunakan bambu dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Sofyan Puhi Pastikan Paskibraka Kabupaten Gorontalo Siap Tugas 17 Agustus, Kekompakan Jadi Perhatian
Data sementara kemudian mengungkap identitas lima korban yang seluruhnya diketahui berasal dari Kabupaten Boalemo. Mereka berada di kawasan tambang sebelum longsor terjadi sekitar pukul 17.30 Wita.
Kelima korban memiliki latar belakang berbeda. Andi Otoluwa merupakan warga Desa Bongonol, Kecamatan Paguyaman, yang tercatat sebagai TNI aktif dan disersi.
Empat korban lainnya yakni Miman Ibura (23), warga Desa Bendungan, Kecamatan
Mananggu, yang bekerja sebagai penambang;
Sandi Bilondatu (24), warga desa yang sama dan berstatus mahasiswa; Fikram Larange, yang juga berprofesi sebagai penambang;
serta Pandra Galilu (28), warga Desa Bendungan yang bekerja sebagai wiraswasta.
Kelima jenazah kemudian dibawa ke RSU Pohuwato untuk mendapatkan penanganan sebelum dipulangkan kepada keluarga masing-masing.
Baca Juga: Bone Bolango Rancang Kawasan Perdesaan untuk Dongkrak Ekonomi dan Tekan Kemiskinan
Direktur RSU Pohuwato, dr Dian Ikagustina Tambunan, mengungkapkan seluruh korban telah meninggal ketika tiba di rumah sakit.
“Lima korban sudah dalam kondisi meninggal saat dirujuk ke rumah sakit sekitar pukul 04.00 subuh,” kata Dian.
Proses pemulangan jenazah dilakukan setelah seluruh penanganan di rumah sakit selesai.
Sekitar pukul 07.00 Wita, kelima korban telah dibawa menuju rumah masing-masing di wilayah Kabupaten Boalemo.
“Jam 7 sudah clear semua, Pak. Korban sudah diantarkan ke rumah masing-masing,”
ujarnya.
Sementara itu, satu korban lainnya masih menjalani perawatan di RSU Pohuwato. Korban tersebut merupakan penambang yang berhasil selamat dari bencana longsor.
“Iya masih ada satu orang yang dirawat di RS,” katanya.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Marupa Sagala menyampaikan data sementara yang diterima kepolisian mencatat enam korban.
Lima di antaranya meninggal dunia, sedangkan satu korban dinyatakan selamat.
"Informasi sementara yang kita dapat kejadian itu kemarin, yang terdata sementara
teridentifikasi sama polres laporannya ada 6 orang korban,
yang meninggal 5 dan selamat itu tadi satu orang sementara," ujar Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Marupa Sagala kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Adapun longsor terjadi pada Rabu (12/8) sekitar pukul 17.30 Wita di Desa Hulawa,
Kecamatan Buntulia.
Lokasi pertambangan tersebut berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dengan Cagar Alam Panua.
Polisi masih menunggu informasi resmi lebih lanjut untuk mengungkap kronologi secara lengkap, termasuk memastikan seluruh data korban dan kondisi terkini di lokasi tambang.(Mg-08).
Editor : Azis Manansang