Gorontalopost, GORONTALO— Pertarungan menuju kursi ketua umum definitif KADIN Gorontalo segera memasuki babak penentuan.
Sebanyak 54 peserta penuh akan menjadi pemegang hak suara dalam Musyawarah
Provinsi (Musprov) KADIN Gorontalo yang dijadwalkan pada 21 September 2026.
Namun sebelum forum tersebut digelar, KADIN Gorontalo lebih dulu menggelar
pelantikan pengurus KADIN kabupaten dan kota secara serentak pada 20 September 2026.
Ketua Karateker KADIN Gorontalo Yuliandre Darwis mengungkapkan, sejumlah pengurus KADIN Indonesia juga akan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Kehadiran pengurus pusat, kata dia, menjadi kesempatan untuk membicarakan berbagai persoalan dan peluang yang berkaitan dengan perkembangan dunia usaha di Gorontalo, bukan hanya menghadiri agenda seremonial.
“Jajaran KADIN Indonesia akan hadir di Gorontalo dan momentum ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi sekaligus membahas berbagai hal terkait dunia usaha,” kata Yuliandre, Jumat (18/9/2026).
Agenda kemudian berlanjut pada 21 September. Musprov KADIN Gorontalo dijadwalkan dibuka Gubernur Gorontalo pada pukul 09.00 WITA.
Menurut Yuliandre, forum kali ini memiliki mekanisme yang lebih ringkas karena tidak dibebani agenda laporan pertanggungjawaban ketua umum sebelumnya.
Setelah pembukaan, tahapan Musprov akan diarahkan pada proses pemilihan ketua umum definitif.
“Karena tidak ada agenda pertanggungjawaban ketua umum sebelumnya, Musprov kali ini dapat langsung fokus pada proses penentuan ketua umum,” ujarnya.
Sebanyak 54 peserta penuh telah ditetapkan sebagai pemilik hak suara. Mereka berasal dari enam kabupaten dan kota di Gorontalo.
Masing-masing daerah mendapat sembilan peserta penuh atau voter.
Jumlah tersebut merupakan batas minimal peserta penuh yang telah ditentukan oleh Steering Committee.
Dengan komposisi enam daerah dan sembilan voter per daerah, total hak suara dalam Musprov mencapai 54.
Ditemui disela-sela penandatangan kesepakatan Muprov damai antara kedua calon, dan pendukung calon, Yuliandre meminta para pemilik suara tidak sekadar hadir sebagai peserta.
Mereka diharapkan membawa mandat dan kepentingan para pelaku usaha dari daerah masing-masing ketika menentukan kepemimpinan KADIN Gorontalo.
Persaingan dua calon ketua umum menjadi bagian penting dalam Musprov kali ini.
Meski demikian, Yuliandre mendorong agar komunikasi tetap dibangun sehingga peluang musyawarah mufakat tetap terbuka.
Ia mengingatkan bahwa kontestasi kepemimpinan hanya merupakan bagian dari proses organisasi. Setelah ketua umum terpilih, seluruh pihak tetap harus dapat bekerja bersama.
“Dua calon telah melewati tahapan yang panjang. Apa pun pilihan yang muncul dalam forum, hubungan baik harus tetap dijaga dan persatuan organisasi tidak boleh hilang,” tuturnya.
Bagi Yuliandre, tantangan KADIN Gorontalo tidak berhenti pada penentuan siapa yang memimpin. Organisasi juga dituntut memperkuat keanggotaan dan membangun jaringan yang lebih luas antara pengusaha dan pemerintah daerah.
KADIN diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menciptakan ruang bagi
pengusaha baru, memperluas kesempatan investasi serta mengembangkan jaringan bisnis di Gorontalo.
“Yang ingin kita bangun adalah ekosistem usaha yang kuat. KADIN harus mampu
mempertemukan pengusaha dan pemerintah sehingga semakin banyak pelaku usaha yang tumbuh, tangguh dan konsisten,” jelasnya.
Yuliandre yang juga Wakil Ketua Badan Riset, Data, Regulasi, Advokasi, dan Hubungan Kelembagaan Kadin Indonesia ini,
menyebut perbedaan pandangan yang muncul menjelang Musprov merupakan dinamika yang wajar dalam sebuah organisasi.
Menurutnya, seluruh perbedaan tetap memiliki ruang penyelesaian melalui komunikasi dan aturan organisasi.
Kini seluruh tahapan menuju Musprov diarahkan untuk memastikan pemilihan ketua
umum definitif berlangsung tertib.
Ia berharap proses tersebut tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga tetap menjaga kebersamaan para pelaku usaha di Gorontalo.
“Harapan kami seluruh proses berjalan lancar dan semua pihak dapat menerimanya
dengan baik.
Yang terpenting, hasil akhirnya tetap untuk kepentingan Gorontalo,” pungkas Yuliandre, yang pernah menjabat Ketua KPI selama dua periode, 2016–2019 dan 2019–2023. (Mg- 02).
Editor : Azis Manansang