Goorontalopost.id, TILAMUTA - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Oktohari Dalanggo SE, akan perjuangkan 50 rumah nelayan di Kabupaten Boalemo. Keseriusan ini disampaikannya saat melakukan reses di aula desa Patoameme Kecamatan Botumoito, kemarin.
Dalam reses yang dihadiri empat kepala desa yakni Kepala Desa Tapadaa, Tutulo, Potanga dan Patoameme sebagai tuan rumah.
Baca Juga: Arifin Djakani Klarifikasi ke Bawaslu Soal Tudingan Curi Star Kampanye
Oktohari mengaku jika program tersebut baru diketahuinya setelah mendengarkan aspirasi masyarakat saat berada di dititik ke -10 melaksanakan reses di Boalemo dan Pohuwato.
Mantan Ketua DPRD Boalemo ini menjelaskan dalam reses yang diikuti ratusan warga ini mengemuka sejumlah aspirasi.
"Namun ada yang menonjol ada program pusat Tahun 2018, lewat Pemerintah Provinsi dalam hal ini Bappeda untuk pengadaan 50 rumah bagi nelayan,"ungkapnya.
Baca Juga: Miniatur Kapal Perang Abad 17 Hadir di Danau Perintis, Rahmat Gobel Habiskan Rp 6 Miliar
Konon program tersebut tapi kunjung terealisasi sampai hari ini, meski nnelayan sudah menyiapkan lahannya.
"Karena progran ini baru saya dengar, maka saya akan menelusuri apakah dipusat di kementrian mana .
Dan setelah reses ini saya akan menanyakan ke Bappeda provinsiinformasi yang disampaikan kepala desa tersebut,"ujarnya.
Dan jika benar program itu ada, maka pihaknya akan memberikan penguatan kepada pemerintah pusat soal kemajuan nelayan Boalemo lebih khusus lagi di Desa Patoameme.
Baca Juga: Kampanye Terbuka Pemilu 2024 Dimulai, Gorontalo Masuk Zona B Bersama 13 Provinsi
"Tak hanya program rumah banyak pula aspirasi nelayan yang diaspirasikan nelayan yang perlu mendapatkan perhatian.
Baik itu pemerintah pusat maupun provinsi yang berkembang dalam reses, diantaranya soal bantuan katinting," bebernya.
Politis Partai Golkar ini meyakinkan, jika masyarakat tersebut harus dibantu karena mata pencahariannya sebagai nelayan.
Baca Juga: Kampanye Terbuka Pemilu 2024 Dimulai, Gorontalo Masuk Zona B Bersama 13 Provinsi
"Jangan sampai bantuan nelayan justru diberikan kepada masyarakat yang berada di kebun. masyarakat desa Patoameme disamping berkembun mereka paling banyak nelayan,"ungkapnya.
Buktinya saja pertemuan reses berlangsung di aula yang berada diatas laut. "Baru kali ini saya reses diatas gedung yang berada di tepi laut dalam suasana yang sederhana suasana akrab," tandasnya.(Hendris)
Editor : Azis Manansang