Gorontalopost, TILAMUTA - Tradisi Tumbilotohe atau malam pasang lampu di Kabupaten Boalemo pada malam ke-27 Ramadhan atau menjelang Idul Fitri. Yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Boalemo berbeda dengan tahun sebelumnya.
Dimana untuk pelaksanaan Festival Tumbilotohe 1445 Hijriah tahun 2024, Pemkab Boalemo mengusung konsep hemat energi dan ramah lingkungan.
Baca Juga: KPU Gorontalo Pecat Ketua KPPS Kampayekan Caleg
Dibuat menggunakan minyak kepala kampung dan sumbu dari lampu botol. Kemudian akan menggunakan kapas khusus yang nanti akan digunakan dalam lampu botol tersebut.
Penjabat Bupati Boalemo Dr. Sherman Moridu disela-sela pemasangan lampu tumbilotohe secara simbolis yang dilaksanakan di rumah jabatan Bupati.
Mengatakan, malam pasang lampu atau tumbilotohe merupakan tradisi masyarakat gorontalo sejak dahulu.
Baca Juga: Festival Green Tumbilotohe Sukses di Lapangan Isimu Kabupaten Gorontalo
Untuk menerangi jalan menuju mesjid saat melaksanakan sholat berjamaah, yang dilaksanakan 3 hari terakhir ramadhan.
Menurut Sherman, malam pasang lampu (tumbilotohe) khususnya yang ada di Kabupaten Boalemo telah dilestarikan.
Dengan menggunakan lampu ramah lingkungan yakni getah kayu damar (Tohe Tutu) dalam mendukung pariwisata hijau.
"Tradisi tumbilotohe ini bagi masyarakat Gorontalo sudah ada sejak zaman dahulu kala.
Baca Juga: Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo Sebut Tumbilotohe Atraksi Budaya Perlu Dilestarikan
Dimaksudkan tumbilotohe ini di tiga hari terakhir ramadan para leluhur menganjurkan seluruh kaum muslimin dan muslimat sholat berjamaah di mesjid.
Dan salah satu penerangan saat itu adalah lampu yang saat ini sudah menjadi tradisi turun - temurun masyarakat Gorontalo." Ujar Sherman Moridu
"Khusus di Kabupaten Boalemo tumbilotohe sudah dilestarikan dengan lampu ramah lingkungan.
Untuk mendukung pariwisata hijau. Saat ini di Boalemo getah kayu damar atau tohe tutu mewarnai festival tumbilotohe tahun 1445 Hijriah," tambahnya.
Pada kesempatan itu Bupati Sherman menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Boalemo.
Yang begitu antusias memeriahkan malam pasang lampu atau Tumbilatohe pada tahun 1445 H/ 2024 M.
"Insya Allah tradisi tumbilotohe ini, kita akan lestarikan dalam rangka meningkatkan daya tarik pariwisata," ungkap Bupati
Tak lupa dirinya mengajak masyarakat untuk bersama-sama meramaikan malam Tumbilotohe.
Sebab makna tradisi tumbilotohe sebagai suatu semangat dan tanda bulan suci Ramadhan akan berakhir untuk selanjutnya masyarakat menyambut hari kemenangan pada Idul Fitri. (Fikri).
Editor : Azis Manansang