Gorontalopost, TILAMUTA - Menyongsong momentum bersejarah HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-80 pada 2025.
Pemkab Boalemo menggelorakan semangat cinta tanah air melalui kampanye pemasangan bendera Merah Putih di seluruh pelosok daerah.
Baca Juga: Diterjang Angin Dahsyat, Bangunan Pemerintah di Gorontalo Utara Roboh dan Rugi Ratusan Juta
Festival kemerdekaan kali ini dikemas dengan rangkaian acara spektakuler untuk membangkitkan rasa nasionalisme warga.
Salah satu magnet utama adalah kompetisi gerak jalan yang selalu dinanti-nanti setiap tahunnya.
Dalam arena kompetisi yang penuh semangat ini, setiap kontestan akan berlomba menampilkan kreativitas terbaik.
Mulai dari kekompakan formasi, inovasi gerakan, hingga keseragaman kostum - semuanya menjadi parameter penilaian yang ketat.
Antusiasme masyarakat terhadap lomba legendaris ini memang luar biasa.
Termasuk partisipasi aktif dari komunitas transgender yang turut memeriahkan pesta demokrasi ini dengan penuh dedikasi.
Namun, fenomena ini kerap memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat.
Khususnya terkait pemilihan busana yang dinilai terlalu mencolok dan dianggap kontroversial oleh sebagian pihak.
Baca Juga: Hillary Brigitta Lasut Ukir Sejarah, Jadi Perempuan Pertama Pimpin Federasi Tinju di Indonesia
Merespons dinamika ini, Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali mengambil langkah diplomatis.
Dengan tetap membuka ruang partisipasi namun memberikan panduan yang jelas.
"Kami menghargai semangat patriotisme setiap warga untuk berpartisipasi.
Namun perlu ada kesepahaman tentang norma berpakaian yang sesuai dengan identitas biologis masing-masing dalam acara resmi kenegaraan," ungkap Lahmudin dalam keterangan resminya, kemarin (3/8/2025).
Wabup memperjelas bahwa regulasi tersebut juga berlaku untuk aspek performance dan gaya bergerak selama kompetisi berlangsung.
"Konsistensi antara penampilan fisik dan ekspresi gerak menjadi kunci utama.
Jika memilih tampil dengan identitas maskulin, maka seluruh aspek penampilan harus sejalan dengan pilihan tersebut," tegas Lahmudin. (Fik).
Editor : Azis Manansang