Gorontalopost, TILAMUTA – Penurunan produksi perikanan di Tilamuta tak hanya berdampak pada pendapatan negara, tetapi juga memukul kondisi ekonomi nelayan.
Hal itu terungkap dalam reses DPRD Provinsi Gorontalo di UPTD TPI Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: PLT Sekda Boalemo Dorong OPD Percepat Realisasi Program dan Serapan Anggaran 2026
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin, menjelaskan bahwa persoalan distribusi BBM jenis solar
untuk nelayan menjadi salah satu penyebab utama.
Program paket solar bersubsidi dinilai belum berjalan maksimal meski telah dialokasikan anggaran ratusan juta rupiah.
Selain kendala BBM, perubahan iklim dan cuaca ekstrem turut memengaruhi hasil tangkapan.
Jumlah kapal yang beroperasi juga menurun drastis dibandingkan sebelumnya, sehingga volume produksi ikan ikut berkurang.
Pihak pengelola TPI menambahkan, kebijakan Penangkapan Ikan Terukur yang membatasi jumlah kapal
serta wilayah tangkap juga berdampak pada penurunan produksi.
Sistem pendataan yang masih bersifat internal dinilai perlu diperkuat agar lebih akurat dan transparan.
Baca Juga: Operasi Keselamatan 2026 Dimulai, Polda Gorontalo Prioritaskan Edukasi dan Pencegahan
DPRD menegaskan seluruh aspirasi nelayan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme kelembagaan.
Reses yang berlangsung selama beberapa hari ke depan diharapkan mampu memetakan persoalan perikanan secara menyeluruh
sebagai dasar kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan nelayan.(Mg-07/Fik).
Editor : Azis Manansang