Empat Jembatan di Boalemo Rusak Dihantam Bencana, Bupati Rum Pagau Kejar Rp50,9 Miliar ke BNPB

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:33 WIB

 

Bupati Boalemo Rum  Pagau mendampingi kunjungan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail ke BNPB.(F:Diskominfo)
Bupati Boalemo Rum Pagau mendampingi kunjungan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail ke BNPB.(F:Diskominfo)

Gorontalopost, GORONTALO – Kerusakan sejumlah infrastruktur pascabencana di Kabupaten Boalemo mendorong pemerintah daerah bergerak cepat. 

Empat jembatan yang menjadi akses vital masyarakat kini menjadi prioritas untuk segera dibangun kembali.

Tak ingin pemulihan berjalan lambat, Bupati Boalemo Rum Pagau bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membawa langsung usulan rehabilitasi infrastruktur tersebut ke pemerintah pusat. 

Keduanya mendatangi kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Tersangka Korupsi Bank SulutGo Tilamuta Dilimpahkan ke Kejari Boalemo, Rp221 Juta dan 3 Mobil Jadi Barang Bukti

Kedatangan tersebut diterima Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., MM bersama jajaran deputi dan pejabat terkait. 

Pertemuan itu difokuskan pada pengawalan kebutuhan anggaran pemulihan infrastruktur akibat bencana di wilayah Gorontalo, khususnya Kabupaten Boalemo.

Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo mendapat perhatian anggaran sebesar Rp 47,6 miliar. 

Sementara khusus Boalemo, pemerintah daerah mengusulkan anggaran pemulihan sebesar Rp50,965 miliar.

Anggaran tersebut diprioritaskan untuk membangun kembali empat jembatan strategis. 

Rinciannya, Jembatan Harapan Dudepo di Kecamatan Wonosari** membutuhkan Rp16,74 miliar, Jembatan Pangea Tanjung Harapan (Bongo 1) Rp17,5 miliar, 

Baca Juga: RS Sitti Khadijah Gorontalo Bertransformasi Jadi Rumah Sakit Umum, Gedung Baru Mulai Dibangun

Kemudian Jembatan Pangea Saritani Rp 8,7 miliar, dan Jembatan Pangea Longgi sekitar Rp 7,9 miliar.

Bupati Rum Pagau menilai pembangunan kembali jembatan tersebut merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. 

Kerusakan akses transportasi, kata dia, berpotensi menghambat mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, pelayanan publik hingga aktivitas perekonomian masyarakat.

“Jembatan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Fungsinya tidak hanya membuka akses transportasi, 

tetapi juga memastikan distribusi kebutuhan pokok, pelayanan publik dan aktivitas ekonomi tetap berjalan,” ujar Rum Pagau.

Pemkab Boalemo kini terus mengawal usulan tersebut agar dukungan pemerintah pusat dapat segera direalisasikan. 

Harapannya, pembangunan kembali empat jembatan itu mampu mempercepat pemulihan sekaligus mengembalikan konektivitas masyarakat yang terdampak bencana.(Mg-07).

Editor : Azis Manansang
bnpb ri Bupati Boalemo Gusnar Ismail jembatan boalemo gorontalo