Bupati Rum Pagau Ungkap Strategi Baru Pendidikan Boalemo: Smart School hingga Sekolah Terintegrasi

Azis Manansang • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 20:42 WIB

 

Bupati Boalemo Rum Pagau saat membuka Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Boalemo masa bakti 2025–2030 di Villa Kencana, Desa Bolihutuo,(F:Diskominfo)
Bupati Boalemo Rum Pagau saat membuka Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Boalemo masa bakti 2025–2030 di Villa Kencana, Desa Bolihutuo,(F:Diskominfo)

Gorontalopost,  TILAMUTA — Pemerintah Kabupaten Boalemo terus menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks. 

Mulai dari pemanfaatan teknologi melalui Boalemo Smart School hingga pembangunan sekolah terintegrasi menjadi bagian dari strategi memperluas sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Bupati Boalemo Rum Pagau menyampaikan hal tersebut saat membuka Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Boalemo masa bakti 2025–2030 di Villa Kencana, Desa Bolihutuo, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga: Luwoo Jadi Desa Kreatif Gorontalo, Pemkab Siapkan Strategi Produk Lokal Tembus Pasar Internasional

Kegiatan itu dihadiri Sekda Boalemo Prof. Dr. Nurdin Baderan, Ketua PGRI Provinsi Gorontalo, Ketua PGRI Kabupaten Boalemo serta para pengurus cabang PGRI dari seluruh wilayah kecamatan.

Rum mengatakan PGRI memiliki posisi penting dalam mendukung agenda perubahan pendidikan. 

Karena itu, konferensi kerja diharapkan tidak berhenti pada evaluasi organisasi, tetapi mampu melahirkan rekomendasi yang dapat menjawab persoalan pendidikan di daerah.

Ia menegaskan Pemkab Boalemo menempatkan pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. 

Pendidikan juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas masyarakat.

“Perubahan zaman menuntut kita mengubah cara mengelola pendidikan. Tidak mungkin lagi menggunakan pola yang sama seperti masa lalu. 

Guru harus fokus menjalankan tugas pendidikan dan sekolah harus mampu mengikuti perkembangan teknologi serta perubahan karakter peserta didik,” kata Rum.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Boalemo mulai mengembangkan program Boalemo Smart School sejak 2025. 

Baca Juga: Muskab Kadin Thariq Modanggu Sebut Ekonomi Gorontalo Utara Tak Bisa Hanya Bergantung pada APBD

Program itu diluncurkan melalui pembentukan tim dan dihadiri langsung Menteri Pendidikan. 

Bahkan, peluncuran Smart School untuk tingkat nasional dipusatkan di Kabupaten Boalemo.

Program tersebut kini telah diterapkan di sejumlah sekolah pada jenjang SD dan SMP. Pemanfaatan teknologi diarahkan tidak hanya untuk kegiatan belajar mengajar, 

tetapi juga pengelolaan sekolah, peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan penguatan pelayanan pendidikan.

Di sisi lain, Boalemo juga memperoleh dukungan pemerintah pusat melalui pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi. 

Program tersebut ditujukan bagi anak-anak dari keluarga fakir miskin desil 1 dan 2 yang membutuhkan intervensi dan dukungan lebih besar dalam memperoleh pendidikan.

“Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan kesempatan penting untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Ini harus kita kawal agar benar-benar memberikan manfaat,” jelas Rum.

Pemkab Boalemo kembali mendapat kepercayaan untuk membangun Sekolah Nasional Terintegrasi di Paguyaman. 

Sekolah tersebut direncanakan mulai terbangun pada awal tahun depan dan diharapkan dapat menerima siswa SMP dan SMA sebagai sekolah titipan.

Menurut Rum, berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan Boalemo mulai diarahkan pada sistem yang lebih adaptif, inklusif dan sesuai kebutuhan zaman.(Mg-06).

Editor : Azis Manansang
Pendidikan Bupati Boalemo PEMKAB BOALEMO boalemo gorontalo PGRI