Gorontalopost, SUWAWA –Tugas Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai jendela informasi masyarakat yang ada di desa.
Penekanan ini disampaikan Bupati Merlan S. Uloli saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan pelatihan online masyarakat KIM Kabupaten Bone Bolango tahun 2024, secara virtual, kemarin (21/3/2024).
Baca Juga: Bupati Merlan Lantik Puluhan Pejabat Struktural, Ingatkan Jabatan Amanah dan Ujian Atas Kepercayaan
Bupati Merlan S. Uloli mengatakan beberapa waktu yang lalu dirinya telah melakukan pelantikan kepengerusan KIM di seluruh kecamatan yang ada di Bone Bolango.
Ia pun menekankan kemampuan pengurus KIM untuk mengelola informasi secara tepat dan akurat.
“Olehnya itu, kita adakan pelatihan ini yang penting dilakukan untuk mendukung kinerja semua KIM agar berjalan maksimal.
Dan akan kita nilai apakah sesuai dengan harapan kita dalam membentuk KIM ini sebagai pengelola informasi masyarakat yang ada di desa,”kata Bupati Merlan S. Uloli.
Baca Juga: Pemkab Bone Bolango Hibahkan Rp 200 Juta Bangun Gedung Graha Muslimat NU
Orang nomor satu di Bone Bolango itu pun, berharap pelatihan ini terus berlanjut sebab sekarang ini telah memasuki era post truth.
Dimana fakta tidak terlalu berpengaruh dalam opini atau pandangan masyarakat dibandingkan dengan emosi personal terhadap keberpihakan sebuah informasi.
“Jadi dengan era ini masyarakat mudah terjebak dengan berita-berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya yang mengakibatkan maraknya penyebaran berita hoax.
Baca Juga: Dugaan Korupsi SPAM Dungingi Ketambahan Tiga Tersangka
Maka kehadiran KIM sangat dibutuhkan untuk mengkonfirmasi apakah informasi itu fakta atau bukan,”ujar Merlan.
Bupati perempuan pertama di Gorontalo itu, menegaskan KIM akan menjadi jendela informasi Pemerintah Daerah. Olehnya itu, dirinya berpesan anggota KIM dapat memahami betul fungsi, tugas, kewajiban dan tanggungjawab yang diemban.
“Kita ingin semua tugas dari anggota KIM ini bisa berjalan dengan lancar. Jika bisa upayakan ada target kinerja, misalnya sehari bisa mengelola lima informasi untuk disampaikan,”tegasnya.
Baca Juga: Penjagub Gorontalo Canangkan Gerakan Tanam Padi Gogo
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bone Bolango, Misnawaty Wantogia, membeberkan permasalahan yang dihadapi dalam konteks pelaksanaan digital di tingkat desa.
Adalah masih terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi aktual tentang pembangunan pedesaan secara tepat dan akurat.
“Kondisi tersebut juga menjadi factor pembatas masyarakat di dalam memanfaatkan layanan berbasis digital.
Baca Juga: Bupati Nelson Rotasi dan Promosi Puluhan Pejabat Eselon di Lingkungan Pemkab Gorontalo
Di sisi lain, implementasi keempat misi pemerintahan HPMU yaitu mewujudkan pemerintahan yang digital sudah masuk pada lokus pedesaan.
Maka kehadiran KIM sangat dibutuhkan sebagai operator digital dan fasilitator informasi antara masyarakat, pemerintah dan swasta,”ucapnya.
Dirinya mengungkapkan transformasi dalam bentuk digital pedesaan dapat dilakukan dengan cara simultan dalam dua tahap.
Baca Juga: Tutup TMMD ke-119 Kodim Pohuwato, Pangdam Canangkan Gerakan Tanam Padi Gogo dan Jagung
Yaitu kita dengan mempersiapkan perangkat lunak berupa software yang akan mendukung kinerja layanan pemerintahan desa serta peningkatan kapasitas SDM aparat desa dan masyarakat dalam penggunaan platform digital.
“Maka ouput yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah kami berharap KIM ini bisa memiliki pengetahuan dan keterampilan di dalam penggunaan platform digital dan dasar-dasar jurnalistik,”ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Suleman Panigoro menambahkan kehadiran KIM di daerah itu.
Untuk menyikap era transformasi dan digitalisasi yang sekarang sudah mendunia serta untuk mengimplementasikan tugas dan peran aparatur dijajaran pemerintahan desa. (Antho/kmfo).
Editor : Yanto Kadir